Aksi Demo di Depan Gedung DPR/MPR Berdampak ke Jalan Tol
Aksi demonstrasi yang berlangsung di depan Gedung MPR/DPR/DPD, kawasan Gatot Subroto, Jakarta, pada Senin (25/8/2025), berdampak langsung terhadap arus lalu lintas, khususnya di Tol Dalam Kota. Para pengunjuk rasa dilaporkan masuk ke area tol, memaksa pihak berwenang memberlakukan pengalihan arus lalu lintas secara sementara.
Baca juga:Saham COIN Milik Andrew Hidayat Terkoreksi Setelah Sempat Meroket ke Puncak
Kapan Demonstran Memasuki Jalan Tol?
Menurut keterangan Senior Manager Representative Office 2 Jasa Marga Metropolitan Tollroad, Ginanjar Rakhmanto, massa aksi mulai memasuki jalan tol sejak pukul 12.55 WIB. Aksi demonstrasi sendiri sudah dimulai sejak pagi hari sekitar pukul 10.00 WIB, dan terus mengalami peningkatan eskalasi hingga siang hari.
“Terpantau mulai pukul 12.55 WIB, sebagian massa mulai merangsek masuk ke jalan tol, khususnya di akses keluar Senayan atau DPR/MPR,” ujar Ginanjar.
Apa Dampak Aksi Ini bagi Pengguna Tol?
Masuknya massa ke area tol menyebabkan kepadatan lalu lintas, terutama di sekitar akses keluar tol Senayan. Pihak pengelola jalan tol bersama aparat kepolisian langsung melakukan tindakan pengamanan untuk mencegah kericuhan lebih lanjut dan memastikan arus lalu lintas tetap terkendali.
Apa Tindakan yang Dilakukan Jasa Marga dan Kepolisian?
Jasa Marga bersama aparat kepolisian telah melakukan rekayasa lalu lintas guna mencegah penyebaran massa lebih jauh ke dalam ruas tol. Pengalihan arus dilakukan secara situasional dengan prioritas menjaga keselamatan pengguna jalan dan mencegah kemacetan parah.
Ginanjar mengimbau seluruh pengguna jalan tol agar menghindari Tol Dalam Kota selama aksi berlangsung dan memilih jalur alternatif lain untuk menghindari keterlambatan.
Imbauan untuk Pengendara: Hindari Jalur Terdampak
Untuk meminimalisasi risiko keterlambatan dan potensi bahaya, pengendara disarankan:
- Menghindari akses keluar Tol Senayan/DPR/MPR
- Memantau informasi lalu lintas terkini melalui aplikasi atau media sosial resmi Jasa Marga
- Menggunakan jalur alternatif seperti Jalan Arteri Gatot Subroto atau Jalan Asia Afrika
Penulis: Nur aini