Pertumbuhan PDB Indonesia Melampaui Ekspektasi
Pada kuartal II 2025, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh sebesar 5,12% YoY, lebih tinggi dibandingkan dengan 4,87% YoY pada kuartal I 2025. Pertumbuhan ini melampaui ekspektasi pasar yang diperkirakan berada di sekitar 4,8% YoY. Kinerja positif ini terutama didorong oleh konsumsi rumah tangga yang meningkat serta aktivitas investasi yang kuat.
baca juga:Benhur-Constant dan Mathius-Aryoko Saling Klaim Kemenangan dalam Quick Count PSU Pilgub Papua 2024
Konsumsi Rumah Tangga Tumbuh Signifikan
Salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan PDB pada kuartal II 2025 adalah konsumsi rumah tangga yang meningkat 5,0% YoY. Ini merupakan kenaikan signifikan dibandingkan dengan 4,9% YoY pada kuartal I 2025. Peningkatan ini dipengaruhi oleh musim liburan sekolah dan Idul Adha yang lebih kuat dari perkiraan. Selain itu, paket stimulus pemerintah seperti diskon transportasi umum juga turut berkontribusi pada peningkatan belanja konsumen, terutama di sektor transportasi serta restoran dan hotel yang masing-masing mencatatkan pertumbuhan 6,5% YoY dan 6,8% YoY.
Investasi Mengalami Kenaikan yang Signifikan
Investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) Indonesia juga mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 7,0% YoY, lebih tinggi dibandingkan dengan 2,1% YoY pada kuartal I 2025. Peningkatan ini didorong oleh sektor swasta dan publik yang tumbuh 7,4% YoY dan 4,0% YoY. Kenaikan terbesar terlihat pada sektor mesin dan peralatan yang tercatat naik 25,3% YoY, serta sektor bangunan yang naik 4,9% YoY. Peningkatan pada sektor bangunan kemungkinan terkait dengan dimulainya berbagai proyek infrastruktur pemerintah seperti revitalisasi rumah sakit dan pembangunan sekolah.
baca juga:Pengukuhan Mahasiswa Terbaik dan Teladan Bukti Komitmen Teknokrat Ciptakan SDM Unggul
Ekspektasi PDB untuk Tahun 2025
IndoPremier memperkirakan bahwa pertumbuhan PDB Indonesia untuk tahun penuh 2025 akan berada di kisaran 5,0% YoY, sejalan dengan kinerja yang tercatat pada tahun 2024. Meskipun diperkirakan konsumsi rumah tangga akan kembali normal pada kuartal-kuartal mendatang, hal ini akan diimbangi dengan belanja pemerintah yang diperkirakan akan meningkat seiring dengan rencana peluncuran stimulus ekonomi tambahan pada paruh kedua 2025.
Dengan angka investasi yang kuat pada kuartal II 2025, IndoPremier memproyeksikan bahwa investasi sepanjang tahun 2025 akan tumbuh sekitar 4,8% YoY, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan 4,6% YoY pada tahun 2024.
penulis: lili rahma dini