Menulis dengan tepat dan benar adalah hal yang penting dalam setiap karya tulis. Salah satunya adalah penulisan singkatan, seperti "sampai dengan" yang sering kali menjadi pertanyaan banyak orang. Apakah penulisan singkatan "sampai dengan" harus selalu menggunakan tanda hubung atau bisa dipisah? Mari kita ulas lebih dalam tentang penulisan yang benar dari singkatan ini.
Baca juga : Story Telling Singkat yang Punya Moral Value: Cerita Kecil, Makna Besar
Apa Itu Singkatan "Sampai Dengan"?
"Sampai dengan" adalah frasa yang digunakan untuk menyatakan batasan waktu, tempat, atau kuantitas yang mencakup semua yang ada dalam rentang tersebut. Misalnya, "dari tanggal 1 sampai dengan 7" atau "dari harga 10 ribu sampai dengan 20 ribu". Singkatan "sampai dengan" sangat umum digunakan dalam konteks sehari-hari, seperti dokumen resmi, surat edaran, atau bahkan dalam percakapan santai.
Namun, apakah penulisan singkatan ini selalu benar jika ditulis tanpa tanda hubung atau dipisah? Atau ada aturan khusus yang perlu dipatuhi?
Penulisan yang Tepat: Sampai dengan atau Sampai-dengan?
Menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), penulisan yang benar untuk "sampai dengan" adalah "sampai dengan" tanpa tanda hubung. Hal ini sesuai dengan aturan bahwa frasa yang sudah menjadi satu kesatuan tetap ditulis tanpa tanda hubung, kecuali dalam situasi yang sangat khusus.
Jadi, tidak perlu menulis "sampai-dengan" atau "sampai dengan" dengan spasi yang tidak semestinya. Penulisan yang benar adalah tetap menggunakan spasi biasa, seperti yang digunakan pada umumnya.
Kapan Harus Menggunakan "Sampai dengan"?
Frasa "sampai dengan" digunakan dalam berbagai konteks untuk menunjukkan batas waktu, jumlah, atau ruang tertentu yang mencakup kedua ujungnya. Berikut beberapa contoh penggunaan yang benar:
- Batas Waktu: "Pendaftaran dibuka sampai dengan 30 Desember."
- Batas Ruang: "Anda bisa parkir sampai dengan garis yang ada."
- Batas Jumlah: "Jumlah peserta dibatasi sampai dengan 100 orang."
Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa "sampai dengan" menunjukkan inklusivitas atau mencakup kedua ujung batas yang disebutkan. Jadi, ketika menggunakan singkatan ini, pastikan konteksnya memang membutuhkan batasan yang mencakup dua titik tersebut.
Mengapa Penulisan yang Tepat Itu Penting?
Menulis dengan mengikuti aturan ejaan yang tepat sangat penting untuk menjaga kredibilitas dan profesionalisme. Banyak orang mungkin tidak terlalu memperhatikan hal-hal kecil seperti penulisan singkatan, tetapi hal ini tetap menunjukkan keseriusan dalam berkomunikasi.
Selain itu, jika singkatan atau frasa digunakan dengan salah, hal itu bisa menimbulkan kebingungannya pembaca. Kesalahan penulisan ini mungkin terlihat sepele, tetapi dalam konteks dokumen resmi atau surat penting, kesalahan ejaan bisa mempengaruhi persepsi pembaca tentang kualitas tulisan tersebut.
Apa Perbedaan dengan "Sampai" dan "Dengan"?
Saat membahas singkatan ini, sering kali muncul pertanyaan, "Apa perbedaan antara 'sampai' dan 'sampai dengan'?" Kedua frasa ini memiliki makna yang serupa, namun ada nuansa perbedaan dalam penggunaannya.
- Sampai: Lebih umum digunakan dalam konteks waktu atau jarak yang tidak harus mencakup batas akhir. Contoh: "Saya akan berada di sini sampai pukul 5 sore."
- Sampai dengan: Menunjukkan inklusivitas yang mencakup kedua ujung rentang waktu, tempat, atau jumlah. Contoh: "Peserta bisa hadir sampai dengan pukul 12 malam."
Kapan Harus Menghindari "Sampai dengan"?
Meskipun "sampai dengan" sering kali digunakan, ada situasi tertentu di mana frasa ini lebih baik dihindari untuk menjaga kelancaran bahasa. Sebagai contoh, dalam kalimat yang sangat langsung dan tidak membutuhkan batasan spesifik, penggunaan "sampai dengan" bisa membuat kalimat terasa lebih rumit daripada yang seharusnya.
Sebagai gantinya, gunakan frasa yang lebih sederhana atau lebih tepat untuk konteks yang dimaksud.
Baca juga : Universitas Teknokrat Indonesia MoU Dengan Universitas Luar Negeri dan Dalam Negeri di Rakernas AFEBSI
Kesimpulan
Penulisan yang benar untuk frasa "sampai dengan" adalah menggunakan dua kata tersebut tanpa tanda hubung. Menyadari aturan ejaan yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas tulisan kita. Dengan memahami kapan dan bagaimana menggunakan frasa ini, kita bisa menulis lebih tepat dan profesional. Ingat, hal-hal kecil seperti ini bisa sangat mempengaruhi bagaimana tulisan kita diterima pembaca!
Penulis : helen putri marsela