Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Penulisan Singkatan Menurut EYD: Apa yang Perlu Diketahui?

Kategori: Uncategorized
Gambar untuk Penulisan Singkatan Menurut EYD: Apa yang Perlu Diketahui?

Singkatan merupakan salah satu elemen penting dalam penulisan yang memudahkan kita untuk menyampaikan informasi secara singkat dan padat. Namun, meski terdengar sederhana, ada aturan khusus yang perlu diperhatikan dalam penulisan singkatan, terutama menurut Ejaan yang Disempurnakan (EYD). Penasaran bagaimana cara menulis singkatan yang benar? Yuk, simak penjelasan lengkapnya!

Baca juga : Universitas Teknokrat Indonesia Raih Juara Umum Pada Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi Lampung 2025

Apa Itu Singkatan dan Mengapa Penting?

Singkatan adalah bentuk pemendekan dari satu atau lebih kata yang memiliki arti tertentu. Misalnya, kata "Dokter" disingkat menjadi "Dr." atau "Rabu" menjadi "Rab.". Penggunaan singkatan bertujuan untuk mempersingkat penulisan tanpa mengurangi makna dari kata yang dimaksud. Singkatan sering kita temui dalam berbagai jenis tulisan, mulai dari surat resmi, laporan, hingga artikel jurnalistik.

Namun, meskipun singkatan mempermudah komunikasi, penulisannya harus memperhatikan kaidah bahasa yang benar, agar pesan yang disampaikan tetap jelas dan tidak membingungkan pembaca.

Bagaimana Aturan Penulisan Singkatan Menurut EYD?

Menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), ada beberapa aturan penting yang harus diikuti saat menulis singkatan, yaitu:

1. Singkatan Nama Jabatan atau Gelar

Nama jabatan atau gelar yang disingkat harus ditulis dengan huruf kapital dan tanpa tanda titik. Contohnya:

  • Dr. (Dokter)
  • S.H. (Sarjana Hukum)
  • M.Pd. (Magister Pendidikan)

Namun, jika gelar atau jabatan tidak digunakan dalam konteks resmi, biasanya singkatan tidak perlu diikuti dengan titik, meskipun hal ini tergantung konteks dan kebijakan penulisan di masing-masing lembaga.

2. Singkatan Organisasi atau Badan Pemerintahan

Singkatan organisasi atau badan pemerintahan biasanya ditulis dengan huruf kapital, tanpa tanda titik, dan tanpa tambahan huruf kecil. Contoh:

  • TNI (Tentara Nasional Indonesia)
  • MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat)
  • DPR (Dewan Perwakilan Rakyat)

3. Singkatan Waktu

Untuk singkatan waktu, penulisan EYD menganjurkan penggunaan huruf kecil dan tidak diikuti dengan titik. Misalnya:

  • s.d. (sampai dengan)
  • sampai lebih baik ditulis tanpa singkatan dalam teks yang lebih formal.

4. Singkatan Unit Ukuran

Singkatan untuk unit ukuran, seperti meter (m), kilogram (kg), atau liter (l), ditulis dengan huruf kecil dan tanpa titik. Hal ini berlaku untuk satuan internasional yang sudah disepakati, seperti:

  • km (kilometer)
  • m (meter)
  • ml (mililiter)

Kapan Harus Menghindari Penggunaan Singkatan?

Meski singkatan memudahkan, ada beberapa situasi di mana penggunaan singkatan sebaiknya dihindari untuk menjaga kelancaran dan kejelasan tulisan. Di bawah ini adalah beberapa kasus di mana singkatan mungkin tidak tepat digunakan:

1. Dalam Tulisan Resmi atau Akademis

Singkatan dapat membuat kalimat terasa kurang formal dan sulit dipahami oleh pembaca yang tidak familiar dengan singkatan tersebut. Jika Anda menulis artikel akademis atau surat resmi, lebih baik menggunakan kata lengkap atau menjelaskan singkatan di awal.

2. Ketika Membingungkan Pembaca

Hindari penggunaan singkatan yang dapat membingungkan pembaca, terutama jika singkatan tersebut memiliki lebih dari satu arti. Sebaiknya, singkatan digunakan ketika sudah ada kesepakatan atau pemahaman umum, seperti dalam tulisan ilmiah atau organisasi tertentu.

3. Dalam Penulisan yang Membutuhkan Kejelasan

Jika tujuan tulisan adalah untuk memberikan penjelasan yang jelas dan rinci, sebaiknya menggunakan kata lengkap tanpa singkatan. Ini akan memastikan pembaca dapat memahami informasi dengan lebih baik.

Apa Saja Jenis Singkatan yang Sering Digunakan dalam Kehidupan Sehari-hari?

Singkatan memang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa contoh singkatan yang sering digunakan dalam percakapan maupun tulisan:

  • SMS (Short Message Service)
  • BBM (BlackBerry Messenger)
  • ATM (Anjungan Tunai Mandiri)
  • TV (Televisi)
  • USA (United States of America)

Selain itu, ada juga singkatan yang digunakan dalam bahasa gaul yang perlu hati-hati saat menggunakannya dalam konteks resmi. Misalnya, “OK” untuk “Oke” atau “BTW” untuk “By the way”.

Baca juga : Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia Raih Prestasi di Ajang Lomba Nasional Rimau Robotic Contest dan Exhibition 2025

Apa Dampak Jika Singkatan Ditulis Tidak Sesuai Aturan EYD?

Mengabaikan aturan penulisan singkatan dapat membuat tulisan kita terkesan kurang profesional dan membingungkan pembaca. Dalam konteks surat resmi atau laporan bisnis, kesalahan penulisan singkatan bisa mengurangi kredibilitas penulis atau organisasi. Pembaca yang tidak familiar dengan singkatan yang digunakan bisa merasa bingung dan tidak memahami maksud yang sebenarnya.

Penulis : helen putri marsela