Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Penulisan Singkatan “Sampai dengan” dalam Sebuah Undangan yang Benar

Kategori: Uncategorized
Gambar untuk Penulisan Singkatan “Sampai dengan” dalam Sebuah Undangan yang Benar

Dalam dunia penulisan formal, terutama untuk acara resmi seperti rapat, seminar, atau pernikahan, undangan menjadi salah satu media komunikasi penting. Tidak hanya sekadar menyampaikan informasi, undangan juga mencerminkan kerapian dan profesionalitas penyelenggara. Salah satu hal yang sering menimbulkan kebingungan adalah cara menulis singkatan “sampai dengan” di dalam undangan. Apakah menggunakan “s/d”, “s.d.”, atau bahkan ditulis lengkap? Mari kita bahas lebih mendalam.

Baca juga : Singkatan UAS Adalah? Ini Penjelasan Lengkap dan Menariknya!


Bagaimana Penulisan Singkatan “Sampai dengan” yang Tepat?

Menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), singkatan harus ditulis sesuai kaidah agar tidak menimbulkan salah tafsir. Untuk kata “sampai dengan”, bentuk singkatan yang dianggap benar adalah “s.d.” dengan tambahan tanda titik di setiap huruf.

Contoh yang tepat:

  • Pukul 08.00 s.d. 10.00 WIB
  • Tanggal 10 Juni s.d. 12 Juni 2025

Sementara itu, penulisan “s/d” masih sering dijumpai dalam praktik sehari-hari, terutama di undangan atau papan informasi. Namun, secara aturan resmi, penulisan tersebut tidak sesuai dengan kaidah PUEBI.


Apakah Boleh Menulis Lengkap “Sampai dengan” dalam Undangan?

Ya, tentu saja boleh. Bahkan, dalam konteks undangan resmi, penulisan lengkap “sampai dengan” sering dianggap lebih jelas dan formal. Tidak ada larangan untuk menuliskan kata tersebut secara utuh.

Contoh penggunaannya:

  • Acara dimulai pukul 09.00 sampai dengan selesai.
  • Pendaftaran dibuka 1 Mei sampai dengan 7 Mei 2025.

Penulisan lengkap justru bisa membantu pembaca yang kurang familiar dengan singkatan. Namun, jika ingin singkat dan padat, penggunaan “s.d.” lebih dianjurkan.


Mengapa “s/d” Sering Digunakan Padahal Tidak Resmi?

Kebiasaan menulis “s/d” sudah lama berkembang dalam masyarakat, terutama karena sifatnya yang praktis. Banyak orang merasa singkatan tersebut lebih cepat ditulis dan mudah dipahami. Namun, kebiasaan ini tidak sejalan dengan aturan bahasa resmi.

Alasan mengapa “s/d” masih sering dipakai antara lain:

  1. Praktis – hanya menggunakan garis miring tanpa perlu titik.
  2. Sudah membudaya – banyak dokumen lama yang menggunakan pola ini.
  3. Minim sosialisasi aturan – tidak semua orang mengetahui bahwa bentuk resminya adalah “s.d.”.

Jadi, Mana yang Harus Dipilih untuk Penulisan Undangan?

Untuk acara resmi yang sifatnya formal, sangat disarankan menggunakan bentuk “s.d.” atau menuliskan lengkap “sampai dengan”. Hal ini akan menunjukkan bahwa undangan dibuat dengan memperhatikan kaidah bahasa.

Beberapa tips praktis:

  • Gunakan “s.d.” jika undangan ditujukan pada instansi, lembaga, atau acara akademis.
  • Gunakan “sampai dengan” jika ingin terkesan lebih formal, jelas, dan tidak menyisakan keraguan.
  • Hindari “s/d” agar undangan terlihat lebih rapi dan sesuai kaidah bahasa.

Contoh Penulisan di Dalam Undangan

Berikut beberapa contoh penerapan:

  1. Dengan Singkatan Resmi (s.d.)
    • Waktu: Pukul 08.00 s.d. 12.00 WIB
    • Tempat: Aula Serbaguna
  2. Dengan Penulisan Lengkap
    • Waktu: Pukul 09.00 sampai dengan 11.00 WIB
    • Tempat: Gedung Pertemuan

Kedua contoh di atas sama-sama benar. Tinggal disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat formalitas acara.

Baca juga : Universitas Teknokrat Indonesia Gandeng IIUM Malaysia dalam International Collaborative Visiting Lecture 2025


Kesimpulan

Penulisan singkatan “sampai dengan” dalam undangan yang benar menurut kaidah bahasa adalah “s.d.”. Meskipun demikian, penulisan lengkap “sampai dengan” tetap diperbolehkan, bahkan lebih formal untuk acara tertentu. Sedangkan bentuk “s/d” yang sering digunakan masyarakat, sebenarnya tidak sesuai aturan PUEBI.

Dengan memperhatikan detail kecil seperti ini, undangan yang Anda buat akan terlihat lebih profesional dan sesuai kaidah bahasa. Jadi, lain kali saat membuat undangan, pastikan memilih bentuk penulisan yang tepat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman bagi penerima.

Penulis : helen putri marsela