Dalam penulisan sehari-hari, terutama di kalangan umat Muslim, kita sering menemukan singkatan untuk doa atau ungkapan penghormatan setelah menyebut nama nabi maupun rasul. Salah satunya adalah istilah “alaihis salam” yang berarti “semoga keselamatan tercurah kepadanya”. Namun, masih banyak yang bingung bagaimana sebenarnya penulisan singkatan yang benar dari kalimat tersebut. Apakah menggunakan huruf kapital semua, atau cukup singkatan tertentu saja?
Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai penulisan singkatan alaihis salam yang tepat, sekaligus memberikan pemahaman agar tidak salah kaprah ketika digunakan dalam tulisan resmi maupun nonformal.
Baca juga : Singkatan UAS Adalah? Ini Penjelasan Lengkap dan Menariknya!
Apa Arti dan Makna dari Alaihis Salam?
Sebelum masuk ke cara penulisan singkatan, penting untuk memahami arti dari kalimat ini.
- Alaihis salam adalah ungkapan doa dalam bahasa Arab yang ditujukan kepada para nabi, rasul, dan malaikat.
- Arti harfiahnya adalah “atasnya keselamatan” atau dalam bahasa yang lebih umum berarti “semoga keselamatan tercurah kepadanya”.
- Dalam tradisi Islam, ungkapan ini menjadi bentuk penghormatan ketika nama seorang nabi disebut.
Contoh penggunaan:
- Nabi Isa alaihis salam
- Malaikat Jibril alaihis salam
Dengan begitu, penulisan ungkapan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari adab seorang Muslim dalam menyebut nama utusan Allah.
Penulisan Singkatan yang Benar dari Alaihis Salam
Pertanyaan yang paling sering muncul adalah: bagaimana singkatan yang benar dari alaihis salam?
Berdasarkan kaidah yang umum digunakan dalam literatur Islam dan penulisan keagamaan, singkatan yang tepat adalah:
👉 a.s.
Penjelasannya:
- Huruf a diambil dari kata alaihi.
- Huruf s diambil dari kata salam.
- Tanda titik digunakan di setiap huruf karena termasuk singkatan, bukan akronim.
Contoh penulisan yang benar:
- Nabi Isa a.s.
- Nabi Musa a.s.
- Nabi Ibrahim a.s.
Banyak yang keliru menuliskan dengan AS tanpa titik, atau bahkan menuliskan AS huruf kapital penuh. Padahal singkatan AS lebih umum dikenal sebagai kependekan dari Amerika Serikat. Jika digunakan dalam konteks nama nabi, hal ini bisa menimbulkan salah tafsir.
Mengapa Tidak Boleh Menyingkat Sembarangan?
Mungkin ada yang bertanya: kenapa penulisan singkatan ini begitu penting? Jawabannya ada beberapa alasan:
- Menghindari Kesalahpahaman
Jika ditulis “AS”, pembaca bisa mengira itu singkatan negara, bukan doa. - Menjaga Adab
Menyebut nama nabi sudah sepatutnya diiringi doa dengan penulisan yang baik dan benar, termasuk ketika disingkat. - Kaidah Bahasa
Dalam tata bahasa Indonesia, singkatan wajib mengikuti aturan ejaan. Jadi penggunaan titik (.) adalah hal yang harus diperhatikan.
Bagaimana Perbedaan dengan Singkatan Lain?
Selain alaihis salam, ada beberapa ungkapan doa lain yang juga sering disingkat, di antaranya:
- Shallallahu ‘alaihi wasallam → s.a.w. (untuk Nabi Muhammad SAW)
- Rahimahullah → r.h. (untuk ulama atau tokoh Muslim)
- Radiallahu ‘anhu → r.a. (untuk sahabat Nabi)
Dari sini terlihat pola penulisan yang sama, yaitu menggunakan huruf awal dari setiap kata yang disingkat, ditulis kecil, dan diberi titik.
Apakah Harus Disingkat atau Ditulis Lengkap?
Pertanyaan lain yang sering muncul adalah: apakah boleh menulis lengkap tanpa singkatan?
Jawabannya: sangat boleh bahkan lebih dianjurkan. Menulis lengkap alaihis salam akan lebih jelas dan tidak menimbulkan salah tafsir. Namun dalam teks panjang, terutama dalam buku atau artikel, penyingkatan biasanya digunakan agar tulisan lebih ringkas.
Misalnya:
- “Nabi Isa alaihis salam dikenal sebagai sosok yang penuh kasih.”
- “Nabi Isa a.s. dikenal sebagai sosok yang penuh kasih.”
Keduanya benar, hanya saja bentuk lengkap lebih jelas, sedangkan singkatan lebih praktis.
Tips Agar Tidak Salah Menulis Singkatan
Agar tidak bingung, berikut beberapa tips sederhana:
- Gunakan huruf kecil untuk singkatan doa (a.s., s.a.w., r.a.).
- Jangan gunakan huruf kapital penuh seperti “AS” karena bisa bermakna lain.
- Tambahkan tanda titik di setiap huruf.
- Jika ragu, tulis saja lengkap alaihis salam.
Kesimpulan
Jadi, penulisan singkatan yang benar dari alaihis salam adalah a.s., bukan AS atau As. Penulisan ini mengikuti kaidah bahasa sekaligus menjaga adab dalam menyebut nama para nabi dan rasul. Meski begitu, menulis lengkap alaihis salam tetap diperbolehkan dan bahkan lebih utama.
Dengan memahami aturan sederhana ini, kita bisa menulis dengan lebih tepat, menghindari salah tafsir, sekaligus tetap menjaga penghormatan kepada para utusan Allah.
Penulis : helen putri marsela