Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Kamis (31/7/2025). Pada pukul 15.25 WIB, harga saham BMRI tercatat di Rp 4.530, mengalami penurunan sebesar 1,95%. Dalam sesi tersebut, sudah tercatat transaksi sebanyak 98,19 juta saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 449,83 miliar.
Baca Juga : Aturan Baru Sri Mulyani: Beli Emas Bebas Pajak bagi Konsumen Akhir Mulai 1 Agustus 2025
Tekanan Jual pada Saham BMRI
Saham BMRI tertekan akibat adanya tekanan jual besar-besaran. Berdasarkan data dari aplikasi Stockbit Sekuritas, saham ini tercatat mengalami net sell sebesar Rp 163,2 miliar. Sepanjang tahun berjalan (year to date / YTD), saham Bank Mandiri mengalami net sell asing sebesar Rp 13,2 triliun, yang membuat harga saham BMRI turun sekitar 20% dari posisi awal tahun yang berada di level Rp 5.700.
Kritik Terhadap Kebijakan PPATK dan Dampaknya pada Saham Bank
Selain faktor eksternal, kebijakan terbaru dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang berencana untuk memblokir rekening pasif (dormant accounts) juga memberikan dampak negatif bagi saham bank, termasuk BMRI. Kebijakan ini mendapat kritik keras karena dianggap bertentangan dengan prinsip kepemilikan pribadi dan perlu evaluasi lebih lanjut.
Proyeksi IHSG dan Potensi Saham Bank Mandiri
Meski ada tekanan, beberapa analis tetap memberikan proyeksi positif terhadap sektor perbankan. Investment Analyst Edvisor Profina Visindo, Indy Naila, menyebutkan bahwa IHSG berpeluang untuk menembus level 7.300 hingga 7.400 dalam jangka pendek, bahkan bisa mencapai 7.500 jika kondisi makroekonomi dan politik global tetap kondusif. Ia pun merekomendasikan saham Bank Mandiri (BMRI) dengan target harga Rp 6.100.
Valuasi BMRI dan Potensi Dividen
Menurut Stockbit Sekuritas, pada harga Rp 4.880 pada 25 Juni 2025, BMRI diperdagangkan dengan valuasi 1,46x 1–Year Forward P/BV, yang hampir menyentuh -1 Standar Deviasi (1,42x) di bawah rata-rata historis 5 tahun. Dalam kondisi ini, saham BMRI menawarkan potensi dividend yield minimum 7%, yang berarti potensi dividen sekitar Rp 340-an per saham.
Baca Juga : Software Wajib Punya untuk Freelancer: Kerja Cerdas, Hasil Dahsyat!
Dividen Bank Mandiri untuk Tahun Buku 2024
Bank Mandiri telah membagikan dividen sebesar Rp 466,18 per saham untuk tahun buku 2024, yang telah dibayarkan pada 23 April 2025. Selain itu, Bank Mandiri juga menyampaikan bahwa akan ada audit atas laporan keuangan konsolidasian perseroan untuk periode Juni 2025, sehubungan dengan rencana aksi korporasi berupa penerbitan obligasi rupiah.
Penulis : Tamtia Gusti Riana