Serangan Drone Ukraina Hantam Kilang Minyak di Republik Komi, Rusia
Ukraina melancarkan serangan drone pada 10 Agustus terhadap kilang minyak Lukoil-Ukhta di Republik Komi, Rusia — sekitar 2.000 km dari perbatasan Ukraina. Menurut sumber di badan intelijen militer Ukraina (HUR), serangan ini merupakan operasi khusus yang menargetkan infrastruktur bahan bakar untuk pasukan Rusia.
Serangan tersebut menghantam tangki minyak hingga menyebabkan tumpahan, serta merusak pabrik pengolahan gas dan kondensat yang memproduksi propana-butana dan bensin. Warga setempat melaporkan adanya pemadaman listrik dan gangguan internet seluler.
baca juga : Bernardo Tavares Ungkap Alasan Turunkan 5 Pemain U-23 di Laga PSM Makassar vs Persijap Jepara
Ini menjadi serangan drone terkonfirmasi pertama Ukraina di wilayah Republik Komi. Sebelumnya, pada Juni 2024, kilang yang sama sempat terbakar, namun pihak Rusia menyebut penyebabnya adalah pelanggaran keselamatan kerja, bukan serangan militer.
Kilang Minyak Saratov dan Fasilitas di Lipetsk-Voronezh Diserang Drone
Di hari yang sama, kilang minyak di Oblast Saratov dilaporkan terkena serangan drone yang memicu ledakan besar dan kebakaran hebat. Gubernur Saratov, Roman Busargin, mengonfirmasi adanya kerusakan di kawasan industri, dengan laporan satu korban jiwa dan beberapa luka-luka.
Selain itu, aktivitas pertahanan udara dan ledakan dilaporkan di Lipetsk dan Voronezh. Serangan-serangan ini menambah daftar panjang target strategis Rusia yang berhasil dijangkau drone jarak jauh buatan Ukraina.
Ukraina Bebaskan Desa Bezsalivka di Oblast Sumy
Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengumumkan pembebasan desa Bezsalivka yang terletak di perbatasan Oblast Sumy dengan Rusia. Operasi ini menewaskan 18 tentara Rusia (klaim belum terverifikasi secara independen).
Bezsalivka berada sekitar 30 km dari garis pertempuran utama di Oblast Sumy, wilayah yang sejak Mei 2024 menjadi sasaran upaya ofensif Rusia untuk membentuk "zona penyangga keamanan". Sejak akhir Juli, Ukraina berhasil merebut kembali beberapa desa kecil di wilayah ini.
Ukraina Serang Gudang Drone Shahed di Republik Tatarstan
Pada 9 Agustus, Dinas Keamanan Ukraina (SBU) melancarkan serangan drone ke sebuah gudang di Republik Tatarstan yang menyimpan drone tipe Shahed dan suku cadang impor untuk perakitan. Lokasi tersebut berada di desa Kizil-Yul, sekitar 1.300 km dari Ukraina.
Serangan ini memicu kebakaran besar di fasilitas penyimpanan. SBU menegaskan bahwa target ini sah secara militer karena digunakan untuk menyerang Ukraina setiap malam.
Ukraina dan Uni Eropa Tolak Proposal Gencatan Senjata Putin
Menurut Wall Street Journal, Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan gencatan senjata jika Ukraina menarik pasukan dari Oblast Donetsk, sehingga Rusia menguasai penuh Donetsk, Luhansk, dan Krimea.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dengan tegas menolak, menyatakan bahwa Ukraina tidak akan menyerahkan wilayah sebagai imbalan perdamaian. Uni Eropa juga mendukung sikap ini dan mengajukan usulan balasan kepada AS menjelang pertemuan Trump-Putin pada 15 Agustus di Alaska.
Usulan balasan tersebut menuntut gencatan senjata tanpa penyerahan wilayah sepihak, serta keterlibatan langsung Ukraina dan Uni Eropa dalam negosiasi.
baca juga : Rektor Universitas Teknokrat Indonesia hadiri KSTI Indonesia 2025 keynote Speech Bapak Prabowo Subianto
Kesimpulan
Perkembangan terbaru di medan perang menunjukkan bahwa Ukraina kini semakin berani melancarkan serangan jarak jauh ke dalam wilayah Rusia, menargetkan infrastruktur energi vital. Di sisi diplomasi, tekanan internasional meningkat menjelang pertemuan penting Trump-Putin, namun Ukraina dan Eropa tetap teguh menolak kesepakatan yang merugikan kedaulatan Ukraina.
penulis : Ginasti kurniasih trifosa