Cedera serius yang melibatkan e-bike dan e-scooter semakin menjadi perhatian para dokter lokal. Baru-baru ini, sejumlah insiden mengkhawatirkan terkait pengguna sepeda motor listrik ini, memicu peringatan tentang pentingnya keselamatan saat menggunakannya.
Baca juga: Horoskop Kerja Bulanan Anda untuk Agustus 2025: Apa yang Diharapkan Berdasarkan Zodiak Anda
1. Insiden Cedera Serius Meningkatkan Kekhawatiran
Pada hari Selasa, seorang pemuda berusia 18 tahun dilarikan ke rumah sakit setelah terjatuh dari e-bike di Conklin Ave., Rochester. Ia mengalami kehilangan kesadaran beberapa kali dan kemungkinan menderita konsekuensi gegar otak. Sebelumnya, seorang remaja juga harus dipindahkan dengan helikopter ke rumah sakit setelah terjatuh dari e-bike di Town of Geneva pada Sabtu sebelumnya.
Kedua insiden ini menambah deretan kecelakaan yang melibatkan e-bike dan e-scooter, yang belakangan semakin sering terjadi di berbagai kota besar.
2. Dokter Peringatkan Bahaya Cedera Kepala
Dokter Michael Kamali, Ketua Departemen Kedokteran Darurat URMC, menyatakan bahwa kecelakaan yang melibatkan e-bike dan e-scooter dapat menyebabkan cedera serius, terutama di bagian kepala. Menurut Kamali, cedera kepala adalah masalah yang sangat dikhawatirkan karena dampak dari cedera ini jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan cedera lain seperti patah tulang.
“Cedera kepala adalah masalah utama karena kemampuan tubuh untuk sembuh dari cedera kepala yang parah terbatas, sementara patah tulang seperti pada tangan bisa sembuh dengan cepat dan mudah,” kata Kamali.
3. Rekomendasi untuk Pengguna E-Bike dan E-Scooter
Kamali sangat menyarankan pengguna e-bike dan e-scooter untuk mengenakan pelindung kepala seperti helm motor yang mampu memberikan perlindungan lebih baik pada kepala dan wajah. Selain itu, penggunaan pelindung lutut dan siku juga sangat disarankan.
“Penggunaan sandal atau sepatu jepit sangat tidak disarankan,” tegas Kamali, menambahkan bahwa meskipun e-bike dan e-scooter sangat menyenangkan, pengguna perlu lebih berhati-hati dan menerapkan akal sehat dalam penggunaannya.
4. Kecepatan Tinggi Meningkatkan Risiko Cedera
Kecepatan tinggi yang bisa dicapai oleh e-bike dan e-scooter juga meningkatkan potensi cedera. Kamali menjelaskan bahwa e-bike dan e-scooter dapat melaju dengan kecepatan hingga 20-30 mph, jauh lebih cepat daripada sepeda biasa yang biasanya hanya mencapai 15 mph. Hal ini mengakibatkan dampak yang jauh lebih besar saat terjadi kecelakaan.
“Semakin cepat kendaraan bergerak, semakin besar pula daya tumbuk yang diterima tubuh,” tambah Kamali.
5. Kesadaran dan Kebijakan Penting untuk Menurunkan Risiko
Dokter Kamali berharap insiden cedera serupa tidak akan semakin meningkat di daerah lokal, seperti yang terjadi di banyak kota besar. Ia mengingatkan bahwa e-bike dan e-scooter adalah kendaraan bermotor yang dapat bergerak sangat cepat. Oleh karena itu, pengguna diharapkan untuk lebih berhati-hati dan mempertimbangkan keselamatan mereka saat menggunakan kendaraan tersebut.
“Ini adalah kendaraan bermotor yang bisa bergerak sangat cepat. Gunakan akal sehat dan pertimbangkan kondisi sekitar saat mengendarainya,” ujar Kamali.
Pentingnya Keselamatan Saat Menggunakan E-Bike dan E-Scooter
Dengan semakin populernya penggunaan e-bike dan e-scooter, penting untuk menjaga keselamatan dengan mengenakan pelindung yang memadai, termasuk helm, pelindung lutut, dan sepatu yang sesuai. Kecepatan tinggi yang dapat dicapai oleh kendaraan ini membutuhkan kehati-hatian lebih, agar risiko cedera dapat diminimalkan.
penulis: Fiska Anggraini