Investor kehilangan nilai pasar sebesar $70 miliar pada saham Novo Nordisk pada hari Selasa setelah perusahaan pembuat obat penurun berat badan Wegovy mengeluarkan peringatan laba dan menunjuk CEO baru. Hal ini terjadi di tengah persaingan yang semakin ketat di pasar obat obesitas.
Baca Juga : Hasil Macau Open 2025: Alwi Farhan Lolos ke 16 Besar, Tantang Zaki Ubaidillah
Novo Nordisk Menunjuk CEO Baru di Tengah Persaingan yang Meningkat
Novo (NOVOb.CO) menunjuk Maziar Mike Doustdar sebagai CEO baru untuk menghidupkan kembali penjualan dan menenangkan investor yang khawatir bahwa perusahaan Denmark ini kehilangan pijakan dalam perlombaan obat obesitas yang dimulainya. Namun, pengangkatan Doustdar tidak dapat menghentikan penurunan pasar saham Novo setelah perusahaan memperkirakan penurunan tajam dalam proyeksi pertumbuhan penjualan 2025.
Proyeksi Penjualan yang Dipangkas: Saham Novo Turun 30%
Novo Nordisk mengurangi proyeksi pertumbuhan penjualan 2025 menjadi antara 8% hingga 14%, turun dari perkiraan sebelumnya yang antara 13% hingga 21%. Saham perusahaan anjlok hampir 30%, meskipun sempat memulihkan sebagian kerugian dan diperdagangkan turun lebih dari 20% pada sore harinya. Saham Novo telah turun 44% sepanjang tahun ini.
Markus Manns, manajer portofolio di Union Investment, perusahaan dana investasi yang juga pemegang saham Novo, mengatakan bahwa pengurangan proyeksi tersebut mengejutkan. Dia menambahkan bahwa masalah Novo lebih dalam daripada hanya peniruan produk Wegovy oleh pesaing.
Tantangan yang Dihadapi Novo: Persaingan dan Produk Tiruan
Novo Nordisk menghadapi persaingan berat dari produk tiruan GLP-1, termasuk Wegovy untuk penurunan berat badan dan Ozempic untuk diabetes. Meskipun hukum AS melarang apotek meniru obat yang telah disetujui, mereka diizinkan untuk membuat produk ‘kompound’ bagi pasien yang membutuhkan dosis atau formulasi khusus.
Perusahaan menyatakan bahwa mereka memangkas proyeksi penjualan 2025 karena ekspektasi pertumbuhan yang lebih rendah di paruh kedua tahun ini, baik untuk Wegovy maupun Ozempic di pasar diabetes GLP-1 di AS.
CEO Baru, Maziar Mike Doustdar, Diharapkan Dapat Membalikkan Keadaan
Maziar Mike Doustdar, yang lahir di Iran dan berkebangsaan Austria, akan memulai peran barunya pada 7 Agustus. Doustdar, yang sudah bergabung dengan Novo sejak 1992, sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden untuk operasi internasional dan memiliki pengalaman memimpin bisnis perusahaan di Timur Tengah dan Asia Tenggara.
Doustdar menekankan pentingnya meningkatkan rasa urgensi dan mengubah cara pelaksanaan strategi perusahaan. "Fakta bahwa pengumuman saya datang tepat setelah pembaruan proyeksi penjualan, membuat mandat di depan semakin jelas," kata Doustdar kepada investor dan analis.
Tantangan Terbesar: Menangani Persaingan di Pasar AS
Tantangan terbesar yang dihadapi Doustdar adalah menghidupkan kembali performa Novo di Amerika Serikat, pasar terbesar untuk obat penurunan berat badan dan yang paling menguntungkan. Meskipun Novo meluncurkan Wegovy dua setengah tahun lebih awal daripada Zepbound dari Eli Lilly, resep Zepbound kini telah melampaui Wegovy dengan lebih dari 100.000 resep per minggu pada tahun ini.
Masalah 'Kompon' dan Reaksi Terhadap Regulasi FDA
Novo telah meningkatkan dialog dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk membatasi pemakaian produk obat tiruan yang tidak sah. Meskipun mereka berharap banyak pasien AS yang menggunakan produk GLP-1 yang dikompound akan beralih ke pengobatan bermerek setelah larangan FDA pada produk tiruan Wegovy diberlakukan pada 22 Mei 2025, penelitian terbaru menunjukkan bahwa hal tersebut tidak terjadi.
Chief Financial Officer Karsten Munk Knudsen mengungkapkan bahwa sekitar satu juta pasien di AS masih menggunakan produk GLP-1 yang dikompound. Mereka terus berusaha untuk menangani masalah ini, yang menjadi tantangan besar bagi perusahaan.
Baca Juga : Software Wajib Punya untuk Freelancer: Kerja Cerdas, Hasil Dahsyat!
Kesimpulan: Kepercayaan Investor Perlu Dibangun Kembali
Dengan proyeksi penjualan yang menurun dan penurunan harga saham yang signifikan, Novo Nordisk harus bekerja keras untuk membangun kembali kepercayaan investor. Menghadapi tantangan besar dari produk tiruan dan persaingan yang ketat, Doustdar dan tim manajemennya akan berusaha untuk memulihkan posisi perusahaan dan menjaga dominasi Novo di pasar obat obesitas global.
Penulis : Tamtia Gusti Riana