Pada 17th International Defense Industry Fair (IDEF), TAIS Shipyards dan Kementerian Pertahanan Indonesia menandatangani kontrak untuk ekspor dua fregat MİLGEM kelas İstif. Upacara tersebut dihadiri oleh Prof. Dr. Haluk Görgün, Presiden Presidency of Defense Industry (SSB).
Baca juga: PPATK Buka Kembali Jutaan Rekening Dorman yang Terblokir
Langkah Bersejarah dalam Kerja Sama Pertahanan
Menurut pernyataan resmi dari Presidency of Defense Industry (SSB), kontrak ini menandai ekspor pertama fregat MİLGEM kelas İstif ke Indonesia, yang merupakan simbol kerja sama pertahanan strategis antara kedua negara.
"Langkah ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi negara kami dan merupakan wujud konkret dari visi pertahanan bersama antara dua negara sahabat," kata perwakilan SSB.
Fregat Kelas İstif: Teknologi Canggih dengan Fitur Unggulan
Fregat kelas İstif, yang dikembangkan di bawah program MİLGEM (National Ship), menonjol berkat desain modular dan sistem tempur terintegrasi yang canggih. Fregat ini memiliki panjang sekitar 113 meter dan bobot lebih dari 3.000 ton, menjadikannya kapal perang yang sangat tangguh.
Dengan sistem propulsi hibrid (CODAG), fregat ini mampu mencapai kecepatan maksimum 29 knot dan jangkauan 5.700 mil laut (sekitar 10.600 km).
Sistem Radar dan Senjata Lokal di Fregat Kelas İstif
Fregat ini dilengkapi dengan teknologi pertahanan mutakhir, seperti CENK-S AESA radar yang dikembangkan oleh ASELSAN dan Advent Combat Management System buatan HAVELSAN. Kapal ini juga dilengkapi dengan rudal anti-kapal ATMACA, sistem peluncuran vertikal (VLS) MİDLAS, serta sistem pertahanan udara jarak dekat Gökdeniz CIWS.
Fregat kelas İstif ini menjadi simbol kebangkitan teknologi pertahanan dalam negeri Turki yang semakin berkembang dan siap melayani kebutuhan pertahanan internasional.
Kerja Sama Pertahanan yang Diharapkan Sukses
Dengan adanya kesepakatan ini, Turki dan Indonesia semakin mempererat hubungan dalam sektor pertahanan maritim, yang diperkirakan akan memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua negara dalam hal keamanan regional dan kerja sama teknologi.
Penulis: Fiska Anggraini