Memperingati Perjalanan Sastra Indonesia di Media Massa
Perpustakaan Jakarta bersama Pusat Dokumen Sastra H.B. Jassin membuka pameran bertajuk “Ruang Sastra Bicara: Perjalanan Sastra Indonesia di Media Massa” sebagai bagian dari rangkaian Festival Sastra H.B. Jassin. Pameran berlangsung di Galeri lantai 4, Gedung Ali Sadikin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, dan akan dibuka hingga 24 Agustus 2025.
Acara pembukaan diawali dengan diskusi memperingati 108 tahun kelahiran H.B. Jassin, menghadirkan narasumber seperti Yusuf Susilo Hartono dan Ayu Utami. Kegiatan ini bertepatan dengan hari lahir H.B. Jassin pada 31 Juli 1917 dan didahului dengan ziarah ke makamnya di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
baca juga : Lawan Jadi Rekan: Shuto Machino Bergabung dengan Kevin Diks di Borussia Monchengladbach
Mengangkat Peran H.B. Jassin di Dunia Sastra
Diskusi pembuka membahas kiprah H.B. Jassin, bukan hanya sebagai penulis dan pendokumentasi sastra, tetapi juga sebagai kritikus dan redaktur media massa. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono, mengungkapkan bahwa H.B. Jassin mendokumentasikan karya sastra yang dimuat di media massa, menjadikannya sebagai “mesin penggerak” penyebaran sastra ke publik luas.
Melalui dokumentasi ini, karya para sastrawan besar seperti Chairil Anwar, Sutan Takdir Alisjahbana, Sitor Situmorang, dan Rendra terekam rapi. Media massa pun dipandang sebagai “prasasti modern” yang menyimpan khazanah sastra Indonesia.
Pameran yang Dikuratori oleh Jurnalis Muda
Pameran ini dikuratori oleh Hammam Izzuddin, seorang jurnalis muda yang berusaha menampilkan peran media massa sebagai ruang bagi karya sastra untuk menjangkau pembaca dan peminatnya. Tidak hanya memamerkan koleksi, pameran ini juga memperlihatkan kontribusi H.B. Jassin sebagai redaktur sastra yang memberi ruang bagi pertumbuhan karya sastra di Indonesia.
Menjadi Ruang Refleksi dan Penghargaan untuk Media Massa
Menurut Diki Lukman Hakim, Kepala Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra H.B. Jassin, pameran ini menjadi sarana refleksi bersama sekaligus bentuk penghargaan kepada media massa yang berperan penting dalam merekam perjalanan karya sastra Indonesia.
Ia menambahkan, menampilkan peran H.B. Jassin sebagai kritikus dan redaktur kepada publik dapat memperkaya wawasan sastra nasional. Pameran ini diharapkan mampu menarik minat masyarakat untuk mengenal lebih dekat khazanah sastra Indonesia yang terdokumentasi dengan baik.
penulis : elsandria