Pada hari Senin, 11 Agustus 2025, pemerintah Peru yang dipimpin oleh Presiden Dina Boluarte menandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) dengan Republik Indonesia. Perjanjian ini bertujuan untuk memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan antara kedua negara, dengan harapan dapat memberikan manfaat bagi pelaku bisnis, konsumen, dan masyarakat umum di kedua belah pihak.
baca juga:Borneo FC Siap Menggebrak BRI Super League 2025/2026 sebagai Wakil Kalimantan
Perjanjian CEPA: Meningkatkan Pertukaran Barang dan Kerja Sama di Berbagai Sektor
Penandatanganan CEPA berlangsung di Istana Kepresidenan Indonesia, dalam rangka kunjungan kenegaraan Presiden Boluarte ke Indonesia. CEPA diharapkan akan meningkatkan pertukaran barang dan menciptakan dasar untuk perjanjian lebih lanjut dalam sektor-sektor seperti investasi, perdagangan elektronik, layanan, dan lainnya.
Dalam pernyataannya, Presiden Boluarte menyebutkan bahwa CEPA adalah bukti nyata tekad pemerintah Peru untuk mendorong perdagangan bebas dan memperkuat perekonomian negara. "Hari ini, kami telah menyelesaikan negosiasi untuk kepentingan bersama, dan kami siap untuk berkolaborasi lebih erat dengan Indonesia," kata Boluarte.
Deklarasi Bersama 50 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Peru
Selain penandatanganan CEPA, Indonesia dan Peru juga mengadopsi Deklarasi Bersama yang menegaskan komitmen kedua negara untuk memperdalam dan mendiversifikasi hubungan bilateral. Deklarasi ini, yang disepakati pada peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Peru, mencakup berbagai bidang seperti perdagangan, investasi, pariwisata, budaya, energi terbarukan, pertanian, dan lainnya.
Kerja Sama dalam Memerangi Narkoba dan Penguatan Pertanian
Dalam kunjungan kenegaraan ini, pemerintah Peru juga menandatangani Nota Kesepahaman dengan Badan Narkotika Nasional Indonesia (BNN) untuk bekerja sama dalam memerangi produksi dan perdagangan narkotika serta psikotropika. Selain itu, Presiden Boluarte menyoroti penandatanganan protokol persyaratan fitosanitasi untuk ekspor blueberry Peru ke Indonesia, yang menandakan peningkatan hubungan dalam sektor pertanian.
"Melalui kerja sama yang terus berkembang, kami berharap dapat mengakses lebih banyak pasar Indonesia bagi produk-produk Peru lainnya, termasuk buah delima," tambah Boluarte.
Peru dan Indonesia: Mengedepankan Demokrasi, Perdagangan Bebas, dan Pembangunan Berkelanjutan
Presiden Boluarte juga mengungkapkan niat Peru untuk mempererat hubungan bilateral dengan Indonesia melalui kolaborasi di bidang demokrasi, multilateralisme, ketahanan pangan, dan pembangunan berkelanjutan. "Hari ini, kami menegaskan kembali komitmen kami untuk memperdalam dan mendiversifikasi hubungan kedua negara," ujarnya.
Kunjungan Presiden Boluarte ke Parlemen Indonesia
Sebagai bagian dari agendanya, Presiden Boluarte juga mengunjungi Parlemen Indonesia dan bertemu dengan Ketua DPR Puan Maharani. Keduanya menyoroti pentingnya penguatan dialog antar parlemen untuk memperkokoh hubungan bilateral Indonesia-Peru.
penulis:dafa aditiya.f