Kolaborasi Strategis Lewat Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA)
Pemerintah Peru dan Indonesia resmi menandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) pada hari Senin, dalam rangka memperkuat hubungan bilateral di bidang ekonomi dan perdagangan. Penandatanganan dilakukan dalam pertemuan antara Presiden Dina Boluarte dan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari kunjungan kenegaraan ke Indonesia.
CEPA diharapkan menjadi landasan penting untuk memperluas kerja sama ekonomi, terutama dalam perdagangan barang, jasa, investasi, serta sektor digital seperti e-commerce.
Baca juga:Fakta di Balik Hoaks Video Orca Membunuh Pelatih Jessica Radcliffe
Manfaat Langsung CEPA untuk Pelaku Usaha dan Konsumen
Presiden Boluarte menegaskan bahwa CEPA adalah wujud komitmen bersama dalam mendukung perdagangan bebas dan pertumbuhan ekonomi. Ia menyebut, negosiasi yang dimulai pada November 2024 kini telah berhasil diselesaikan demi kepentingan pelaku bisnis, konsumen, serta masyarakat luas di kedua negara.
Deklarasi Bersama Memperingati 50 Tahun Hubungan Diplomatik
Penandatanganan CEPA ini juga diiringi dengan pengesahan Deklarasi Bersama antara Indonesia dan Peru, bertepatan dengan peringatan 50 tahun hubungan diplomatik. Deklarasi ini mempertegas tekad kedua negara untuk terus memperluas kerja sama di berbagai bidang strategis.
Fokus Kerja Sama: Perdagangan, Budaya, Energi, dan Pariwisata
Dalam pernyataannya, Presiden Boluarte menyebut kerja sama akan difokuskan pada sektor:
- Perdagangan dan Investasi
- Budaya dan Pariwisata
- Pertanian dan Perikanan
- Energi Terbarukan
- Pembangunan Berkelanjutan
Ia menegaskan pentingnya diversifikasi hubungan bilateral untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang kedua negara.
Kolaborasi Pemberantasan Narkoba Lewat Nota Kesepahaman
Selain CEPA, kedua negara juga menandatangani Nota Kesepahaman antara DEVIDA (Peru) dan Badan Narkotika Nasional (Indonesia) untuk memperkuat kerja sama teknis dalam pemberantasan produksi dan perdagangan gelap narkotika dan zat psikotropika.
Ekspor Blueberry Peru ke Indonesia Disepakati
Salah satu pencapaian lain yang disorot adalah penandatanganan protokol fitosanitasi untuk ekspor blueberry Peru ke Indonesia, yang dilakukan pada 25 Juli lalu. Presiden Boluarte berharap kerja sama teknis ini bisa dilanjutkan, termasuk membuka akses untuk produk pertanian lain seperti buah delima.
Peru Ingin Perkuat Kerja Sama Multilateral dan Ketahanan Pangan
Presiden Peru juga menekankan pentingnya membangun kemitraan berdasarkan nilai bersama seperti:
- Pemajuan demokrasi
- Dukungan terhadap multilateralisme
- Perdagangan bebas
- Kerja sama Selatan-Selatan
- Ketahanan pangan
- Pembangunan berkelanjutan
Ia memuji hubungan bilateral saat ini sebagai yang paling aktif dan dinamis dalam 50 tahun terakhir, dan menyatakan komitmennya untuk memperdalam kemitraan strategis ini.
Merayakan 80 Tahun Indonesia dan 50 Tahun Persahabatan
Menutup pernyataannya, Presiden Boluarte mengucapkan selamat ulang tahun kemerdekaan Indonesia ke-80 yang akan diperingati pada 17 Agustus. Ia juga mengumumkan rencana Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Peru untuk mengadakan berbagai kegiatan sepanjang tahun guna merayakan 50 tahun persahabatan Peru-Indonesia.
Penulis: Nur aini