Sejak Agustus 2024, flu burung telah menyerang lebih dari 75% dari 1.000 peternakan sapi perah di California, menyebabkan penurunan produksi susu yang signifikan. Bantuan federal telah diberikan untuk membantu peternak dalam pemulihan kerugian tersebut. Namun, beberapa kritikus menyatakan bahwa pembayaran bantuan ini malah mendukung praktik peternakan industri yang memperburuk penyebaran flu burung.
Baca Juga : Tabel KUR BRI 2025: Pinjaman Rp 1-10 Juta Cicilan Rendah Mulai Rp 22 Ribu, Simak Rinciannya!
Bantuan Federal untuk Peternak Sapi Perah di California
Pemerintah Amerika Serikat telah mengeluarkan lebih dari $230 juta untuk membantu peternak sapi perah California yang terdampak flu burung, menurut catatan yang ada. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan banyaknya klaim kerugian yang diproses.
Bantuan Melalui Program ELAP
Program bantuan yang diberikan kepada peternak merupakan bagian dari Emergency Assistance for Livestock, Honeybees and Farm-Raised Fish Program (ELAP) dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA). Program ini biasanya digunakan untuk membantu peternak yang terdampak bencana alam seperti kebakaran hutan dan kekeringan, namun pada tahun 2024, program ini dibuka khusus untuk peternak sapi perah yang terimbas flu burung.
Jumlah Pembayaran dan Perkiraan Kenaikan
Catatan USDA menunjukkan bahwa 644 pembayaran telah dilakukan kepada 359 peternak sapi perah di California antara November 2024 dan Juni 2025, dengan total pembayaran mencapai $231 juta. Rata-rata pembayaran per peternak adalah sekitar $645.000, dengan jumlah yang bervariasi mulai dari $2.058 hingga $4,4 juta.
Pembayaran-pembayaran ini diperkirakan akan terus meningkat karena semakin banyak klaim yang diajukan. Beberapa pembayaran yang diterbitkan pada Mei dan Juni 2025 berhubungan dengan wabah flu burung pada tahun 2024, yang menunjukkan adanya lebih banyak klaim yang akan diproses.
Kritik Terhadap Bantuan: Memperburuk Praktik Peternakan Industri
Meskipun bantuan tersebut memberikan sedikit kelegaan bagi peternak yang terdampak, kelompok-kelompok seperti Farm Forward, yang mengadvokasi pengurangan peternakan industri, mengkritik bahwa bantuan tersebut malah mendukung praktik peternakan industri berskala besar yang memperburuk penyebaran flu burung.
Kritikan dari Farm Forward
Andrew deCoriolis, direktur eksekutif Farm Forward, menyatakan bahwa bantuan ini malah mendukung operasi peternakan industri besar yang menjadi tempat berkembang biaknya flu burung. Ia menambahkan, “Flu burung menyebar dengan mudah di jenis lingkungan peternakan seperti ini, yang justru kita bantu untuk dipertahankan.”
Dukungan dari Asosiasi Peternakan Sapi Perah
Di sisi lain, Anja Raudabaugh, CEO dari Western United Dairies, kelompok perdagangan terbesar peternakan sapi perah di California, menyebutkan bahwa bantuan tersebut telah “memastikan komunitas peternakan sapi perah dan pekerjanya tetap bekerja dan sehat.” Raudabaugh menekankan bahwa bantuan ini sangat penting sampai vaksin sapi perah disetujui.
Dampak Flu Burung pada Produksi Susu dan Kesehatan Sapi
Selain penurunan jumlah susu, flu burung juga mengganggu reproduksi sapi. Banyak sapi yang mengalami keguguran dan kesulitan untuk hamil kembali, yang mengakibatkan penurunan produksi susu secara signifikan.
Jonathan Cockroft, pengelola Channel Islands Dairy Farms, mengatakan bahwa meskipun bantuan tersebut membantu mengimbangi penurunan produksi susu yang mencapai sekitar 30%, kerugian yang dialami peternak seperti dirinya jauh lebih besar dari bantuan yang diterima.
Biaya Tambahan yang Tidak Tercakup Bantuan
Bantuan yang diterima para peternak tidak mencakup biaya pengobatan tambahan, tenaga kerja ekstra, konsultasi veteriner, atau biaya untuk sapi-sapi yang mati. Joey Airoso, seorang peternak di Tipton, menerima subsidi sebesar $1,45 juta untuk wabah flu burung di peternakannya pada Oktober 2024, namun ia mengatakan bahwa kerugiannya lebih dari $2 juta, belum termasuk biaya tambahan lainnya.
Pandangan Kritikus Terhadap Praktik Peternakan Industri
Kritikus menyebutkan bahwa bantuan yang diberikan oleh pemerintah tidak dilengkapi dengan aturan yang mendorong peternak untuk meningkatkan langkah-langkah mitigasi penyakit atau biosekuriti. Angela Rasmussen, seorang ahli virologi, mengungkapkan bahwa memberikan subsidi tanpa memeriksa atau memahami praktik yang digunakan di peternakan untuk mengatasi wabah adalah sebuah kesalahan besar.
Peraturan yang Kurang Ketat
Rasmussen menambahkan bahwa dengan bantuan yang diberikan kepada peternak tanpa adanya pemeriksaan terhadap langkah-langkah yang mereka lakukan untuk mencegah reinfeksi, maka ini menjadi masalah serius dalam upaya mengatasi wabah flu burung yang terus berkembang.
Baca Juga : 5 Kesalahan Fatal Memilih Software Bisnis (Dan Cara Menghindarinya).
Proses Pembayaran dan Kesehatan Sapi Perah di Masa Depan
Meskipun wabah flu burung di peternakan sapi perah belum menimbulkan ancaman bagi masyarakat secara keseluruhan, ada kekhawatiran tentang bagaimana virus ini dapat berkembang menjadi lebih berbahaya bagi manusia jika langkah-langkah pencegahan tidak ditingkatkan di masa depan. Pemerintah Amerika Serikat tetap mendukung industri pertanian ini untuk menghindari gangguan besar pada pasokan makanan, meskipun beberapa pihak menganggap ini sebagai bentuk dukungan yang keliru terhadap peternakan industri.
Penulis : Tamtia Gusti Riana