Pidato sering kali dianggap sebagai seni berbicara yang hanya digunakan untuk orasi politik, ceramah, atau sambutan resmi. Tapi tahukah kamu, dalam Islam ternyata berpidato juga ada tuntunannya, bahkan disebut dalam hadis? Ya, pidato yang baik, meski singkat, bisa punya dampak luar biasa, apalagi jika disampaikan dengan keikhlasan dan berdasarkan nilai-nilai agama.
Lalu, bagaimana sebenarnya pandangan Islam terhadap pidato? Adakah contoh hadis yang menunjukkan pentingnya berbicara singkat tapi bermakna?
Baca juga:Singkatan NFB Adalah: Apa Arti Sebenarnya dan Digunakan di Bidang Apa Saja?
Apakah Berpidato Disebut dalam Hadis?
Ya, berpidato disebut dalam beberapa hadis Nabi Muhammad SAW. Dalam banyak kesempatan, Rasulullah menyampaikan pesan kepada umatnya lewat pidato (khutbah), yang tidak hanya menyentuh hati tapi juga sangat padat dan mengena.
Salah satu hadis populer yang relevan dalam konteks ini adalah:
“Sesungguhnya panjangnya salat seseorang dan pendeknya khutbahnya adalah tanda kefaqihannya (pemahamannya terhadap agama). Maka perpanjanglah salat dan pendekkanlah khutbah.”
(HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa dalam Islam, pidato atau khutbah yang singkat dan penuh makna justru lebih dianjurkan, karena menunjukkan pemahaman mendalam dari sang pembicara. Jadi, bukan soal berapa lama berbicara, tapi seberapa dalam isinya.
Kenapa Pidato yang Singkat Lebih Disukai?
Banyak dari kita mungkin pernah duduk berjam-jam mendengarkan pidato yang panjang, tapi sayangnya, tak banyak yang bisa diingat. Di sisi lain, satu-dua kalimat yang tepat bisa tertanam di hati seumur hidup.
Berikut alasan mengapa pidato singkat yang ada dalilnya sangat efektif dan disukai:
- Tidak membosankan – Pendengar lebih fokus dan tidak kelelahan.
- Lebih mengena – Kalimat singkat yang tepat sasaran akan lebih mudah diingat.
- Sesuai sunnah – Seperti disebutkan dalam hadis di atas, ini mencerminkan kefaqihan.
- Memudahkan pemahaman – Terutama untuk anak-anak, remaja, atau jamaah umum.
- Lebih elegan dan sopan – Singkat tapi penuh makna menunjukkan kecerdasan penyampai.
Seperti Apa Contoh Pidato Singkat yang Berdasarkan Hadis?
Jika kamu ingin menyampaikan pidato singkat yang ada dasarnya dalam agama, berikut salah satu contohnya:
Contoh Pidato Singkat Bertema Kejujuran (dengan Hadis)
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat iman dan Islam kepada kita semua. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman.
Hari ini, saya ingin mengingatkan diri saya sendiri dan kita semua tentang pentingnya kejujuran. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebaikan, dan kebaikan itu membawa ke surga.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Kejujuran bukan hanya soal berkata benar, tapi juga hidup dalam integritas. Menjaga amanah, tidak memanipulasi fakta, dan berani berkata jujur meskipun pahit.
Mari kita jadikan kejujuran sebagai bagian dari hidup kita, agar kita termasuk golongan orang-orang yang dicintai Allah.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pidato dengan Hadis Bisa Digunakan di Mana Saja?
Pidato seperti ini sangat fleksibel, bisa disampaikan dalam berbagai acara:
- Khutbah Jumat
- Pengajian rutin
- Sambutan di acara keagamaan sekolah
- Ceramah Ramadhan
- Pidato lomba islami
- Kultum singkat
Yang penting adalah niat baik, isi yang tepat, dan cara penyampaian yang lembut, sesuai dengan akhlak Nabi Muhammad SAW.
Baca juga:UTI Gelar PKM Internasional Berkolaborasi Dengan International Islamic University Malaysia
Bagaimana Tips Menyusun Pidato Singkat Berdasarkan Hadis?
Jika kamu ingin menyampaikan pidato yang singkat namun berisi dan ada dasar hadisnya, berikut beberapa tips yang bisa kamu ikuti:
- Tentukan tema utama – Misalnya, sabar, jujur, saling tolong, atau menjaga lisan.
- Cari 1–2 hadis yang sesuai – Pastikan shahih dan mudah dipahami.
- Gunakan bahasa yang ringan dan tidak kaku – Agar mudah dicerna oleh pendengar dari berbagai usia.
- Awali dengan salam dan pujian kepada Allah dan Rasul – Sebagai bentuk adab.
- Akhiri dengan doa atau ajakan kebaikan – Untuk memberikan kesan positif di akhir.
Penulis: Nur aini