Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengonfirmasi bahwa dirinya mengenal Mohammad Riza Chalid, tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di PT Pertamina, meski ia tidak mengetahui keberadaan Riza Chalid saat ini.
Baca juga : Meta menunjuk salah satu pencipta ChatGPT sebagai kepala ilmuwan di Superintelligence Lab
"Ya, saya kenal, kami pernah bertemu. Tetapi saya tidak tahu apakah dia berada di Malaysia atau di mana," kata Anwar Ibrahim dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin redaksi di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, pada Selasa (29/7/2025).
Namun, Anwar menegaskan bahwa jika diperlukan, Malaysia siap bekerja sama dengan Indonesia dalam upaya pencarian Riza Chalid. Ia juga menambahkan bahwa kerja sama ini harus berdasarkan kepastian hukum dan status kasus yang jelas.
“Kita harus mengetahui apakah dia di luar negeri dan apa statusnya, karena dalam kasus korupsi ini, kita tidak boleh hanya berlandaskan tuduhan,” ujar Anwar.
Anwar juga menyampaikan hal ini kepada Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, dalam komunikasi mereka.
Riza Chalid Pergi ke Malaysia
Sebelumnya, pihak Imigrasi Indonesia melaporkan bahwa Riza Chalid meninggalkan Indonesia menuju Malaysia pada 6 Februari 2025. Riza Chalid adalah salah satu dari 18 tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina.
Baca juga : Muhammad Abdullah Azzam Siswa SMA Al Kautsar Lolos Program Pelajar Lampung di Parlemen
Menurut data dari Imigrasi, Riza Chalid juga pernah terbang ke Singapura pada Agustus 2024, dengan status sebagai pengunjung, bukan pemegang izin tinggal tetap (PR).
Pihak Imigrasi Indonesia telah berkoordinasi dengan otoritas Malaysia dan Singapura untuk mencari keberadaan Riza Chalid. Selain itu, Kejaksaan Agung Indonesia juga telah menetapkan sembilan tersangka baru dalam kasus tersebut, termasuk Riza Chalid dan beberapa pejabat PT Pertamina.
Penulis : Dina eka anggraini