Polda Metro Jaya mencatat total 351 orang diamankan terkait aksi unjuk rasa yang berlangsung di sekitar Gedung MPR/DPR RI. Dari jumlah tersebut, terdapat 155 orang berstatus dewasa dan 196 lainnya merupakan anak-anak atau pelajar di bawah usia 18 tahun.
baca juga Bintang Tanda Jasa dan Kehormatan Prabowo: Penghargaan bagi Tokoh-Tokoh Berprestasi
Mengapa Pelajar Dilarang Ikut Demo?
Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi, sejak awal Kapolres Jakarta Pusat telah mengimbau agar pelajar tidak mengikuti aksi demonstrasi. Alasannya, demonstrasi bukanlah tempat yang aman dan tepat untuk pelajar.
“Pelajar sudah diimbau untuk tidak ikut aksi dan diminta pulang. Namun, imbauan ini banyak diabaikan,” jelas Kombes Ade Ary.
Apa Penyebab Banyaknya Pelajar Terlibat dalam Aksi?
Kombes Ade Ary menjelaskan, banyak pelajar yang ikut demo karena terpengaruh ajakan di media sosial. Mereka datang dari berbagai wilayah Jakarta dan sekitarnya tanpa menyadari potensi risiko yang mungkin terjadi selama aksi berlangsung.
Apa Saja Kerusakan yang Terjadi Saat Unjuk Rasa?
Dalam aksi tersebut, sejumlah pelajar dan demonstran diduga terlibat dalam perusakan fasilitas umum. Kerusakan yang dilaporkan meliputi:
- Separator busway yang dirusak
- Pagar Gedung DPR yang dilumuri oli
- Pengendara mobil di tol yang dilempari massa
Selain itu, demonstran juga melakukan perlawanan dengan melempari aparat keamanan, yang menyebabkan gangguan ketertiban dan keamanan di sekitar lokasi unjuk rasa.
Bagaimana Nasib Anak-anak yang Diamankan?
Meski terlibat dalam aksi yang berujung pada kerusuhan, sebanyak 196 anak-anak dan pelajar tersebut telah dipulangkan ke orang tua masing-masing. Polda Metro Jaya memastikan proses pemulangan ini berjalan dengan aman dan tertib.
“Anak-anak di bawah umur sudah dipulangkan ke orang tua,” kata Kombes Pol. Ade Ary.
Kesimpulan: Pentingnya Pengawasan terhadap Pelajar dalam Aksi Demonstrasi
Kasus ini menunjukkan bagaimana pelajar mudah terpengaruh oleh ajakan demo melalui media sosial tanpa memahami risiko yang ada. Imbauan agar pelajar tidak ikut serta dalam unjuk rasa penting untuk diperkuat demi menjaga keselamatan mereka. Selain itu, aparat keamanan terus berupaya menegakkan ketertiban dan mengantisipasi kerusuhan selama aksi berlangsung.
Penulis : tanjali mulia nafisa