Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meresmikan tiga Komando Daerah Angkatan Udara (Kodau) dalam upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer yang berlangsung di Batujajar, Bandung, Jawa Barat, pada Minggu, 10 Agustus 2025.
baca:Nicolas Jackson Bisa Tinggalkan Chelsea, Enzo Maresca Berikan Kepastian
Tiga Komando Daerah TNI AU yang Diresmikan
Dalam sambutannya, Prabowo menyatakan, "Saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan," seperti yang ditayangkan melalui kanal YouTube Puspen TNI. Ketiga Kodau yang diresmikan beserta para panglimanya adalah:
- Pangkodau I (Wilayah Indonesia Bagian Barat): Marsda TNI Muzafar, yang sebelumnya menjabat sebagai Pangkoopsud I.
- Pangkodau II (Wilayah Indonesia Bagian Tengah): Marsda TNI Deni Hasoloan, sebelumnya menjabat sebagai Pangkoopsud II.
- Pangkodau III (Wilayah Indonesia Bagian Timur): Marsda TNI Azhar Aditama D, yang sebelumnya menjabat sebagai Pangkoopsud III.
Pergantian Nomenklatur dari Koopsud ke Kodau
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau), Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, menjelaskan bahwa perubahan Kodau merupakan rebranding dari Komando Operasi Udara (Koopsud). "Koopsud sekarang tinggal berubah namanya jadi Kodau. Betul, hanya berubah nomenklatur namanya saja," ujarnya kepada wartawan pada Jumat, 8 Agustus 2025.
Peresmian Komando dan Satuan Militer Lain oleh Presiden Prabowo
Selain Kodau, Presiden Prabowo juga meresmikan beberapa komando dan satuan baru lainnya, yakni:
- Enam Komando Daerah Militer (Kodam) baru
- Empat belas Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral)
- Enam Grup Komando Pasukan Khusus
- Dua puluh Brigade Teritorial Pembangunan
- Satu Brigade Infanteri Marinir
- Satu Resimen Korps Pasukan Gerak Cepat
- Seratus Batalyon Teritorial Pembangunan
- Lima Batalyon Infanteri Marinir dan lima Batalyon Komando Korps Pasukan Gerak Cepat
Pesan Tegas Presiden Prabowo untuk Para Panglima
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya kepemimpinan yang berani dan langsung dari para komandan. "Saudara-saudara sebagai pemimpin harus memimpin dari depan. Panglima TNI, panglima pasukan TNI, komandan-komandan brigade, komandan-komandan batalion, memimpin dari depan, memimpin di tengah-tengah pasukan, berada selalu di tempat yang paling bahaya, berada selalu di tempat yang paling kritis. Tidak ada komandan pasukan yang memimpin dari belakang," ujarnya.
penulis: inziria