Kebijakan Kenaikan PBB-P2 Picu Kontroversi di Pati
Bupati Pati, Sudewo, menjadi pusat perhatian publik setelah mengumumkan rencana kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen. Kebijakan ini memicu protes dari masyarakat yang merasa terbebani secara finansial.
Meski menuai penolakan luas, Sudewo tetap teguh pada keputusannya. Ia menyatakan bahwa kebijakan tersebut merupakan langkah terbaik untuk mendukung pembangunan Kabupaten Pati dan tidak akan dicabut, bahkan jika 50 ribu orang berdemonstrasi sekalipun.
baca juga: KPK Tanggapi Sindiran Megawati Soal Kasus Hasto: Masyarakat Sudah Cerdas
Siapa Sudewo? Ini Profil Lengkap Bupati Pati
Latar Belakang dan Pendidikan
- Nama Lengkap: Sudewo
- Tempat, Tanggal Lahir: Pati, Jawa Tengah, 11 Oktober 1968
- Istri: Atik Kusdarwati
- Jumlah Anak: 4
Sudewo menyelesaikan pendidikan sarjananya di Universitas Sebelas Maret (UNS) tahun 1993. Kemudian, ia melanjutkan studi magister (S-2) di bidang Teknik Pembangunan di Universitas Diponegoro (UNDIP).
Awal Karier: Dari Dunia Konstruksi ke Birokrasi
- 1993–1994: Karyawan di PT Jaya Construction
- Honorer di Proyek Peningkatan Jalan dan Jembatan, Departemen PU, Bali
- 1997: Diangkat sebagai PNS di Departemen PU Kanwil Jawa Timur
- Pindah ke Dinas PU Kabupaten Karanganyar
Setelah beberapa tahun menjadi PNS, Sudewo juga sempat menjadi wiraswasta selama tiga tahun.
Terjun ke Dunia Politik
Perjalanan politik Sudewo dimulai saat ia bergabung dengan Partai Demokrat dan terpilih sebagai Anggota DPR RI periode 2009–2013.
Pada Pemilu 2019, ia kembali melenggang ke DPR RI, kali ini melalui Fraksi Partai Gerindra. Kesuksesan politiknya berlanjut dengan kemenangannya di Pilkada Pati 2024, menjadikannya Bupati Pati, didampingi oleh Risma Ardhi Chandra sebagai Wakil Bupati.
Pernah Gagal di Pilkada Karanganyar
Sebelum menjabat sebagai Bupati Pati, Sudewo sempat mencalonkan diri sebagai Bupati Karanganyar pada 2002, namun belum berhasil meraih kemenangan saat itu.
Kiprah dalam Organisasi
Sudewo dikenal aktif dalam berbagai organisasi, baik semasa kuliah maupun di dunia politik:
- Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil UNS (1991)
- Ketua Keluarga Besar Marhaenis (2000)
- Wakil Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (2001)
- Koordinator Tim Sukses Pilkada Pacitan (2005)
- Anggota Dewan Penasehat Fokerdesi (2007)
- Koordinator Timses Pilgub Jawa Tengah (2008)
- Ketua Bidang Pemberdayaan Organisasi DPP Partai Gerindra (2019–sekarang)
Aksi Protes Warga Pati terhadap Kenaikan PBB
Demonstrasi Massal Direncanakan 13 Agustus 2025
Sebagai bentuk penolakan terhadap kenaikan tarif PBB-P2, kelompok warga yang menamakan diri Masyarakat Pati Bersatu merencanakan aksi demonstrasi besar di Alun-Alun Kota Pati pada 13 Agustus 2025.
Penggalangan Donasi dan Posko Aksi
Menjelang aksi, pada Selasa (5/8/2025), warga mulai menggalang donasi. Mereka memarkirkan sebuah ambulans sebagai posko aksi, dan menyusun ratusan dus air mineral hasil sumbangan warga di depan Kantor Bupati Pati.
Tak hanya itu, mereka juga mengibarkan bendera One Piece sebagai simbol semangat perlawanan rakyat.
Ketegangan dengan Satpol PP
Keberadaan posko sempat menimbulkan gesekan dengan Satpol PP, yang menilai keberadaan tenda aksi dan dus-dus air mineral melanggar peraturan ketertiban umum.
Namun, menurut Ahmad Husein, koordinator aksi, mereka hanya menanggapi pernyataan Bupati yang menantang masyarakat.
“Masyarakat ditantang sama Pak Bupati. Katanya tak gentar didemo 50 ribu orang. Maka kami dirikan posko di sini. Ini bukti nyata dukungan masyarakat,” tegas Husein.
Ia juga memastikan bahwa aksi ini tidak ditunggangi kepentingan politik dan murni merupakan respon spontan warga Pati.
Penulis: Dena Triana