Dwi Hartono mendadak menjadi sorotan publik setelah diduga terlibat sebagai otak pembunuhan Kepala Cabang Pembantu (Kacab) Bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta (37), yang ditemukan tewas dengan cara mengenaskan. Kasus ini semakin ramai diperbincangkan setelah unggahan terakhir Dwi di media sosial memperlihatkan dirinya bermain billiard bersama salah satu pelaku yang kini sudah ditangkap oleh pihak kepolisian.
baca Juga:Arsip Nasional Republik Indonesia: Apa Singkatannya dan Apa Perannya dalam Memelihara Sejarah?
Kasus Pembunuhan Kacab Bank BUMN yang Menggegerkan Publik
Kasus pembunuhan ini bermula dari sebuah video penculikan yang viral di media sosial. Video tersebut menunjukkan penculikan korban di sebuah parkiran supermarket di Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Rabu, 20 Agustus 2025. Keesokan harinya, jasad korban ditemukan di persawahan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dalam kondisi mengenaskan dengan mata dan kaki terlilit lakban.
Penangkapan Dwi Hartono dan Pelaku Lainnya
Polisi melakukan penyelidikan intensif yang mengarah kepada Dwi Hartono sebagai otak di balik pembunuhan tersebut. Penangkapan Dwi Hartono dilakukan berkat kerja sama antara tim gabungan Polda Metro Jaya, Polrestabes Semarang, dan Polres Demak.
Sebagai tambahan, polisi telah menangkap empat pelaku penculikan lainnya, yang terdiri dari AT, RS, RAH, dan RW. Penangkapan Dwi Hartono dilakukan tanpa perlawanan di Solo pada Sabtu, 23 Agustus 2025, sekitar pukul 20.15 WIB.
Unggahan Terakhir Dwi Hartono: Panen Hujatan dari Warganet
Salah satu yang memicu kemarahan warganet adalah unggahan terakhir Dwi Hartono di Instagram @klanhartono. Dalam video yang diunggah, Dwi tampak sedang bermain billiard bersama beberapa orang, termasuk pria berkacamata yang diduga terlibat dalam penculikan dan pembunuhan tersebut. Sejak penetapan tersangka, kolom komentar di akun media sosial Dwi dipenuhi hujatan dari netizen yang menyematkan label "pembunuh" hingga "motivator gagal" pada dirinya.
Tanggapan Warganet yang Geram
Reaksi warganet sangat emosional, dengan banyak yang merasa kecewa karena Dwi Hartono yang sebelumnya dikenal sebagai pengusaha dan motivator kini terjerat dalam kasus pembunuhan. Sosok yang dulu menginspirasi banyak orang kini justru menjadi sorotan negatif di dunia maya.
Profil Dwi Hartono: Dari Pengusaha Sukses hingga Motivator
Sebelum kasus ini mencuat, Dwi Hartono dikenal luas di dunia bisnis sebagai pengusaha sukses. Lahir di Lahat, Sumatra Selatan, pada 6 Oktober 1985, Dwi sudah menekuni dunia wirausaha sejak masa kuliah. Bisnis pertama yang dijalankan adalah warung internet (warnet), rental game online, hingga warung tegal (warteg). Seiring berjalannya waktu, Dwi memperluas usaha ke berbagai sektor, mulai dari properti, perkebunan, trading, hingga e-commerce.
Dwi Hartono: Motivator yang Menginspirasi Banyak Orang
Dwi juga dikenal sebagai seorang motivator yang aktif membagikan tips dan motivasi melalui kanal YouTube dan akun TikTok dengan nama Klan Hartono. Di sana, dia sering tampil sebagai pengusaha sukses yang memberi inspirasi kepada banyak orang. Namun, citra positif tersebut kini hancur setelah Dwi terjerat kasus pembunuhan yang mengejutkan publik.
Penangkapan Dwi Hartono dan Pelaku Lainnya
Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh Polda Metro Jaya, yang terus menggali lebih dalam mengenai motif pembunuhan dan peran masing-masing tersangka. Polisi juga mengungkap bahwa ada beberapa pelaku yang terlibat dalam kasus ini, seperti C yang ditangkap sehari setelah Dwi, serta tiga pelaku lainnya yang lebih dulu diamankan di Johar Baru, Jakarta Pusat.
Proses Penyidikan yang Masih Berlanjut
Penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap lebih lanjut mengenai alur perencanaan pembunuhan dan peran masing-masing tersangka. Motif yang mendasari tindakan ini juga masih menjadi perhatian utama pihak kepolisian.
penulis:dafa Aditya.f