Sudewo, Bupati Pati, tengah menjadi sorotan publik setelah munculnya rencana kontroversial mengenai kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen. Kebijakan ini memicu gelombang protes masyarakat yang merasa keberatan, namun Sudewo tetap bersikukuh bahwa keputusan tersebut demi kebaikan pembangunan daerah.
baca juga : CHAN 2024: Senegal Taklukkan Nigeria 1-0 di Laga Pembuka Berkat Gol Christian Gomis
Mengapa Kenaikan PBB-P2 Menuai Protes?
Kebijakan yang menaikkan tarif PBB hingga 2,5 kali lipat dari sebelumnya jelas mengejutkan warga. Banyak yang merasa terbebani, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Beberapa warga bahkan merencanakan aksi demonstrasi besar-besaran sebagai bentuk penolakan.
Menariknya, meski mendapat tekanan dari berbagai pihak, Bupati Sudewo justru menyatakan tidak gentar menghadapi unjuk rasa, bahkan jika jumlah massa mencapai puluhan ribu orang.
Siapa Sebenarnya Sudewo? Ini Profil Lengkapnya
Latar Belakang Pendidikan dan Karier Awal
Sudewo lahir di Pati, Jawa Tengah, pada 11 Oktober 1968. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Sebelas Maret (UNS) pada tahun 1993. Kemudian, ia melanjutkan ke jenjang magister di Universitas Diponegoro (UNDIP) dengan mengambil jurusan Teknik Pembangunan.
Karier profesionalnya dimulai sebagai karyawan di PT Jaya Construction dan kemudian sempat menjadi pegawai honorer di proyek-proyek pemerintah seperti peningkatan jalan dan jembatan di Bali. Pada tahun 1997, ia resmi diangkat menjadi pegawai negeri sipil di Departemen Pekerjaan Umum.
Terjun ke Dunia Politik
Setelah berkarier sebagai PNS dan sempat menjadi wiraswasta, Sudewo mulai terjun ke dunia politik. Awalnya, ia bergabung dengan Partai Demokrat dan berhasil terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2009–2013. Di tahun 2019, ia kembali melenggang ke Senayan, kali ini bersama Partai Gerindra.
Pada Pilkada Pati 2024, ia berhasil memenangkan kontestasi dan terpilih sebagai Bupati Pati, didampingi oleh Risma Ardhi Chandra sebagai Wakil Bupati.
Aktif di Dunia Organisasi
Selain di pemerintahan, Sudewo juga dikenal aktif dalam berbagai organisasi. Beberapa di antaranya adalah:
- Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil UNS (1991)
- Ketua Keluarga Besar Marhaenis (2000)
- Wakil Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (2001)
- Koordinator Tim Sukses Pilgub Jateng (2008)
- Ketua Bidang Pemberdayaan Organisasi DPP Partai Gerindra (2019–sekarang)
Bagaimana Respons Masyarakat Terhadap Kenaikan PBB?
Masyarakat Bersatu dan Gelar Aksi Protes
Rencana kenaikan PBB sebesar 250% memantik kemarahan sejumlah elemen masyarakat. Sebagai bentuk protes, mereka berencana menggelar aksi unjuk rasa di Alun-Alun Pati, dan memulai penggalangan donasi untuk logistik aksi.
Salah satu simbol perlawanan mereka adalah posko donasi yang berbentuk ambulans, yang ditempatkan di depan Kantor Bupati Pati. Bahkan, bendera anime One Piece dikibarkan sebagai simbol semangat perjuangan rakyat.
Ratusan Dus Air Mineral dan Ketegangan dengan Satpol PP
Aksi ini bukan sekadar simbolik. Ratusan dus air mineral dari donasi warga mulai berdatangan dan disusun rapi mengelilingi pagar kantor bupati. Namun, keberadaan posko sempat menuai konflik dengan Satpol PP yang menganggapnya melanggar aturan ketertiban umum.
Meski demikian, koordinator aksi, Ahmad Husein, menyatakan bahwa aksi ini murni suara masyarakat. Ia menegaskan, “Sudewo menantang masyarakat. Maka dari itu kami buktikan bahwa rakyat benar-benar peduli dan siap melawan kebijakan yang merugikan.”
baca juga : Pengukuhan Mahasiswa Terbaik dan Teladan Bukti Komitmen Teknokrat Ciptakan SDM Unggul
Apa Motivasi di Balik Kebijakan Sudewo?
Bupati Klaim Demi Kepentingan Pembangunan Daerah
Sudewo meyakini bahwa penyesuaian tarif PBB ini penting untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik di Kabupaten Pati. Ia menyebut, walaupun kebijakannya tidak populer, ia mengambil keputusan tersebut dengan penuh tanggung jawab demi masa depan daerahnya.
Dalam pernyataannya, Sudewo juga menegaskan bahwa dirinya tidak akan mundur dari keputusan tersebut, bahkan jika didemo oleh 50 ribu orang sekalipun.
penulis : Elsandria Aurora