Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Prospek Saham CDIA dan COIN: Potensi dan Risiko yang Perlu Diperhatikan

Gambar untuk Prospek Saham CDIA dan COIN: Potensi dan Risiko yang Perlu Diperhatikan

JAKARTA, KOMPAS.com – Saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) dan PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) baru-baru ini menarik perhatian pasar saham. Kedua saham ini mencatatkan lonjakan harga yang signifikan, dengan CDIA naik lebih dari 890% dalam sebulan dan COIN melesat hingga 1.130% dalam periode yang sama. Namun, para analis memperingatkan adanya potensi risiko dan volatilitas yang perlu diperhatikan oleh investor.

baca juga:Aplikasi Jaga Desa, Cara Kejari Situbondo Ajari Kepala Desa Taat Hukum

1. Saham CDIA: Prospek Positif dengan Dukungan Grup Barito

Saham CDIA keluar dari papan pemantauan khusus pada 5 Agustus 2025, dengan kenaikan harga 5,59% mencapai Rp 1.890 per saham pada sesi pertama perdagangan. Saham ini tercatat telah melonjak 894,74% dalam sebulan terakhir, menarik perhatian banyak investor. Reydi Octa, pengamat pasar modal BNI Sekuritas, menjelaskan bahwa CDIA memiliki prospek yang cukup cerah berkat dukungan dari grup Barito.

Menurut Reydi, dari sisi fundamental, CDIA didukung oleh pertumbuhan sektor industri dan logistik, serta kinerja keuangan yang baik pada kuartal I-2025. Di samping itu, suntikan modal besar dari EGCO Thailand turut memperkuat posisi perusahaan. Meski demikian, Reydi memperingatkan bahwa CDIA rentan terhadap profit taking (aksi ambil untung), mengingat harga sahamnya telah melonjak tajam sejak IPO pada harga Rp 190.

Catatan penting: Saham CDIA juga menjadi kandidat rebalancing MSCI, yang dapat menjadi faktor tambahan dalam pergerakan harga sahamnya.

2. Saham COIN: Menguntungkan Bagi Trader Jangka Pendek

Saham COIN, yang juga keluar dari papan pemantauan khusus pada 4 Agustus 2025, mengalami lonjakan harga hingga Rp 1.230 per saham, naik 23% atau 230 poin pada sesi pertama perdagangan. Dalam sebulan terakhir, saham COIN mencatatkan kenaikan yang luar biasa hingga 1.130%.

Reydi Octa mengungkapkan bahwa COIN masih memiliki prospek positif, terutama karena tren pasar kripto yang masih ramai. Namun, ia juga menyebutkan bahwa saham COIN lebih spekulatif dibandingkan dengan CDIA, mengingat volatilitas yang sangat tinggi di pasar kripto dan ketidakpastian regulasi yang bisa mempengaruhi harga saham. Oleh karena itu, saham COIN lebih cocok bagi trader jangka pendek yang memanfaatkan momentum teknikal untuk melakukan trading cepat.

3. Perbandingan Prospek Saham CDIA dan COIN

  • CDIA lebih cocok untuk investor jangka pendek hingga panjang, karena adanya dukungan kuat dari grup Barito dan kinerja keuangan yang solid. CDIA bisa menjadi pilihan menarik bagi investor yang mencari kestabilan, meskipun ada potensi profit taking.
  • COIN, meski berpotensi menguntungkan, lebih cocok bagi trader jangka pendek yang bisa mengelola risiko tinggi. Perubahan regulasi di pasar kripto yang belum pasti membuatnya lebih berisiko dan cocok untuk investor dengan profil risiko yang lebih tinggi.

baca juga:‎Rektor Universitas Teknokrat Hadiri Munas APTISI VII di Bandung, Bahas Transformasi PTS untuk Indonesia Emas

4. Risiko dan Peringatan untuk Investor

Reydi menegaskan bahwa meskipun kedua saham ini memiliki potensi keuntungan yang besar, risiko harga pucuk (overvalued stock) perlu diperhatikan, terutama karena kedua saham ini telah naik signifikan dalam waktu singkat. Investor harus mempertimbangkan tingkat profil risiko masing-masing sebelum membuat keputusan investasi.

penulis:lili rahma dini