Saham CDIA Naik Signifikan Setelah Keluar dari FCA
Saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), milik taipan Prajogo Pangestu, akhirnya keluar dari pemantauan khusus dengan skema full call auction (FCA) pada perdagangan Selasa (5/8). Sejak keluar dari FCA, saham CDIA mengalami lonjakan yang cukup signifikan, tercatat naik 5,59% atau sekitar 100 poin, mencapai level Rp 1.890 per saham pada sesi pertama perdagangan. Dalam sebulan terakhir, saham CDIA telah melonjak luar biasa hingga 894,74%.
Baca Juga : CHAN 2024: Senegal Taklukkan Nigeria 1-0 di Laga Pembuka Berkat Gol Christian Gomis
Saham COIN Juga Alami Lonjakan Setelah Keluar dari FCA
Sementara itu, saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) juga baru saja keluar dari papan pemantauan FCA pada Senin (4/8). Sejak saat itu, saham COIN mengalami kenaikan yang signifikan hingga 23%, atau sekitar 230 poin, dengan harga berada di level Rp 1.230 per saham pada sesi pertama perdagangan Selasa (5/8). Dalam sebulan terakhir, saham COIN telah mencatatkan lonjakan luar biasa sebesar 1.130%, menarik perhatian para pelaku pasar.
Prospek Saham CDIA: Dukungan Grup Barito Menjadi Keunggulan
Menurut pengamat pasar modal dari BNI Sekuritas, Reydi Octa, saham CDIA memiliki prospek yang cukup menarik. Dukungan kuat dari grup Barito menjadi faktor utama yang mendorong pergerakan saham ini. Secara fundamental, CDIA didukung oleh pertumbuhan yang solid dalam sektor industri dan logistik, dengan kinerja keuangan yang baik pada kuartal I-2025 serta suntikan modal besar dari EGCO Thailand. Namun, Reydi juga mengingatkan bahwa saham CDIA berpotensi mengalami profit taking mengingat kenaikan signifikan sejak IPO yang tercatat pada harga Rp 190.
Reydi juga menyebutkan bahwa CDIA berpotensi menjadi kandidat untuk rebalancing MSCI, yang dapat mempengaruhi performa saham ini ke depannya. Dengan dukungan yang kuat dari grup Barito, saham CDIA dapat menjadi pilihan menarik untuk investor jangka pendek, menengah, maupun panjang.
Prospek Saham COIN: Volatilitas Tinggi di Dunia Kripto
Sementara itu, saham COIN memiliki prospek yang masih positif selama tren pasar kripto tetap kuat. Namun, menurut Reydi, COIN lebih berisiko dan lebih cocok untuk trader jangka pendek. Hal ini disebabkan oleh volatilitas yang tinggi dan perubahan regulasi yang sering terjadi dalam industri kripto. Meskipun prospek positif masih ada, COIN berisiko tinggi, dan lebih tepat bagi investor yang berani mengambil risiko dengan memanfaatkan momentum teknikal untuk trading jangka pendek.
Baca Juga : Revolusi Teknologi Modern Perpustakaan: Akses Lebih Cepat dan Mudah
Rekomendasi untuk Investor: Risiko dan Peluang
Reydi menekankan bahwa meskipun saham CDIA dan COIN menawarkan peluang besar, keduanya cocok untuk investor dengan profil risiko tinggi. Saham CDIA lebih cocok untuk investor jangka panjang karena dukungan dari grup Barito, sementara COIN lebih tepat untuk trader yang mengutamakan pergerakan teknikal jangka pendek.
Penulis : Tamtia Gusti Riana