PSM Makassar harus puas berbagi poin dengan Persijap Jepara setelah bermain imbang pada laga pekan perdana BRI Liga Super 2025-2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora B. Soesilo Jepara tersebut berlangsung ketat, dengan kedua tim sama-sama menunjukkan determinasi tinggi untuk meraih hasil positif di awal musim.
baca juga:PSIM Kejutkan Persebaya di Laga Pembuka BRI Super League 2025/2026
Jalannya Pertandingan
Sejak menit awal, PSM Makassar tampil menekan lewat permainan cepat dari sayap yang dipimpin Yakob Sayuri. Peluang pertama datang pada menit ke-12 ketika tendangan bebas Everton Nascimento meluncur tipis di sisi gawang Persijap.
Persijap yang bermain di hadapan publik sendiri tidak tinggal diam. Mereka mengandalkan serangan balik cepat memanfaatkan kecepatan dua winger andalan. Pada menit ke-28, peluang emas lahir dari sepakan jarak dekat yang memaksa kiper Hilman Syah melakukan penyelamatan gemilang.
Gol baru tercipta di babak kedua. PSM memimpin lebih dulu pada menit ke-57 lewat sundulan Wiljan Pluim yang memanfaatkan umpan silang matang dari Yakob Sayuri. Namun, keunggulan ini tak bertahan lama. Persijap menyamakan kedudukan pada menit ke-73 melalui gol spektakuler dari luar kotak penalti yang membuat kiper PSM tak berkutik.
Performa dan Strategi
PSM Makassar terlihat dominan dalam penguasaan bola, namun kurang efektif dalam memanfaatkan peluang. Koordinasi lini belakang mereka sempat goyah terutama saat menghadapi serangan balik cepat Persijap.
Persijap Jepara di sisi lain bermain disiplin dengan pressing di area tengah dan bertahan rapat ketika diserang. Strategi ini sukses membuat serangan PSM sering terhenti sebelum masuk ke kotak penalti.
Pemain Menonjol
- PSM Makassar: Wiljan Pluim kembali menjadi kreator serangan utama dan pencetak gol satu-satunya bagi tim.
- Persijap Jepara: Penampilan kiper mereka patut diacungi jempol karena mampu menggagalkan beberapa peluang emas PSM.
Dampak Hasil Ini
Hasil imbang ini membuat kedua tim meraih satu poin di laga pembuka musim. Bagi PSM, hasil ini menjadi pengingat bahwa konsistensi dan penyelesaian akhir harus diperbaiki jika ingin bersaing di papan atas. Sementara itu, bagi Persijap, menahan tim sekelas PSM adalah modal berharga untuk membangun kepercayaan diri dalam menjalani musim debut di Liga Super.
Penulis: Mudho Firudin