Pemilihan Gubernur Papua 2025 diwarnai oleh klaim kemenangan dari dua pasangan calon (paslon) yang bersaing ketat dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU). Hasil quick count dari berbagai lembaga survei menunjukkan perolehan suara yang sangat tipis antara pasangan nomor urut 1, Benhur Tomi Mano-Constant Karma (BTM-CK), dan pasangan nomor urut 2, Matius Fakhiri-Aryoko Rumaropen (Mari-Yo).
Saling Klaim Kemenangan Paslon Matius-Aryoko dan Benhur-Constant
Setelah pelaksanaan PSU Pilkada Papua pada 6 Agustus 2025, kedua paslon tersebut saling klaim sebagai pemenang berdasarkan hasil survei exit poll dan quick count.
Klaim Mari-Yo Berdasarkan Exit Poll
Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Papua, Ahmad Doli Kurnia Tanjung, mengklaim paslon Mari-Yo unggul sementara dengan 57 persen suara berdasarkan hasil exit poll yang dilakukan pada hari pemungutan suara. Doli mengungkapkan bahwa Mari-Yo meraih suara terbanyak dari 2.023 TPS di seluruh Papua dengan 750.959 DPT. Menurutnya, hasil ini menunjukkan bahwa pasangan tersebut berada di posisi teratas meskipun margin of error-nya mencapai 4,5 persen.
Benhur-Constant Unggul Versi Poltracking Indonesia
Di sisi lain, pasangan BTM-CK melalui Ketua Tim Pemenangan Mukri Hamadi mengutip hasil quick count dari Poltracking Indonesia, yang menunjukkan pasangan Benhur-Constant meraih 50,72 persen suara, mengungguli Mari-Yo yang memperoleh 49,28 persen. Mukri juga menegaskan bahwa hasil ini hampir serupa dengan perhitungan internal tim pemenangan BTM-CK, meski mereka tetap menghormati proses perhitungan resmi oleh KPU.
Quick Count Indikator Politik Indonesia
Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil quick count yang lebih mendetail pada 7 Agustus 2025, dengan data masuk dari 250 TPS yang tersebar di seluruh Papua. Hasilnya, pasangan Matius Fakhiri-Aryoko Rumaropen (Mari-Yo) meraih 50,71 persen, sedangkan pasangan Benhur Tomi Mano-Constant Karma (BTM-CK) memperoleh 49,29 persen. Meski demikian, Indikator menegaskan bahwa hasil ini bersifat sementara dan bukan merupakan hasil resmi dari KPU.
Bawaslu Papua Imbau Hindari Klaim Kemenangan Prematur
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua mengimbau kedua kubu paslon untuk menahan diri dan tidak saling klaim kemenangan sebelum ada hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Komisioner Bawaslu Papua, Yofrey Piryamta Kebelen, mengingatkan bahwa perhitungan suara masih berlangsung berjenjang mulai dari TPS hingga KPU Provinsi Papua. Dia berharap semua pihak menghargai proses tersebut untuk menghindari potensi konflik di masyarakat.
baca Juga:Universitas Teknokrat Indonesia Kukuhkan Wisudawan, LLDIKTI Tekankan Profesionalisme dan Kemandirian
Proses Rekapitulasi dan Pengumuman Hasil Resmi Pilkada Papua
Meskipun hasil quick count dari beberapa lembaga survei memberikan gambaran awal, KPU Provinsi Papua masih dalam proses merekapitulasi suara di berbagai tingkat. Pengumuman hasil resmi Pilkada akan diumumkan setelah rekapitulasi suara selesai dilakukan.
penulis:Dafa Aditya.f