Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Ramai Media Asing Sorot Data Baru Pertumbuhan Ekonomi RI, Sebut Ini

Gambar untuk Ramai Media Asing Sorot Data Baru Pertumbuhan Ekonomi RI, Sebut Ini

📊 Laju Ekonomi 5,12% (YoY) Disorot OleH Reuters

Media asing seperti Reuters menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2025 mencapai 5,12% year-on-year, tertinggi dalam dua tahun terakhir. Angka ini melampaui proyeksi pasar yang diperkirakan hanya sekitar 4,80% www.bca.co.id+15Reuters+15IDN Times+15. Investor internasional mencatat lonjakan konsumsi dan investasi sebagai pendorong utama.

baca juga:Bagaimana Teknologi Modern Mengoptimalkan Pengelolaan Perpustakaan?


1. Pendorong Utama: Konsumsi Rumah Tangga & Investasi Infrastruktur

Konsumsi Tumbuh Stabil

Belanja konsumen meningkat sebesar 4,97% YoY, yang menjadi kontributor terbesar bagi pertumbuhan ekonomi, yakni 54,25% dari total PDB kuartal II kumparanIDN Times+3Media Indonesia+3www.Pikiran-Rakyat.com+3.

Investasi Genjot Performa Ekonomi

Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi meningkat sebesar 6,99% YoY — angka tertinggi dalam empat tahun terakhir — dan menyumbang 27,83% terhadap PDB kuartal II 2025 Media Indonesia+1.


2. Ekspor Positif, Belanja Pemerintah Menurun

Ekspor Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang kuat, dengan pengiriman lebih cepat (front-loading) ke Amerika Serikat sebelum kebijakan tarif baru diberlakukan. Namun, belanja pemerintah menyusut sedikit sekitar 0,33% YoY www.Pikiran-Rakyat.com+10Reuters+10IDN Times+10.


3. Fokus Media Asing: Apindo dan Tantangan Nyata di Lapangan

Menurut laporan Financial Times, pelaku usaha menilai ekonomi yang terlihat kuat sebagian besar didorong oleh stimulus sementara dan ekspor awal menjelang tarif AS, bukan pertumbuhan internal yang berkelanjutan Financial Times.
Pengusaha menekankan bahwa sektor manufaktur mulai mengalami penurunan pesanan dan daya beli konsumen makin melemah.


4. Tantangan Eksternal: Ketegangan Global dan Perlambatan Ekspor

Lembaga seperti Fitch Ratings meramalkan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 akan di bawah target karena meningkatnya ketegangan dagang global dan permintaan eksternal yang melemah. Ekspor juga diramal terbatas akibat tekanan tarif dan penurunan harga komoditas ReutersMedia Indonesia.

baca juga:Universitas Teknokrat Indonesia Diakui LLDikti sebagai Pencetak SDM Berkualitas


5. Respons Kebijakan: BI dan Pemerintah Bersinergi

Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan pelonggaran moneter dan stabilisasi nilai tukar rupiah, meskipun biaya moneter dibatasi demi menjaga inflasi dan stabilitas eksternal IDN Times.
Sementara itu, pemerintah meluncurkan stimulus senilai USD 1,5 miliar berupa subsidi ongkos transportasi, bansos, dan diskon tarif tol untuk mendongkrak daya beli domestik Financial Times.


📈 Ringkasan Tren dan Sorotan Internasional

AspekSorotan Utama oleh Media Asing
Pertumbuhan5,12% YoY, tertinggi dalam dua tahun terakhir
Pendorong UtamaKonsumsi rumah tangga & investasi infrastruktur
EksporPositif akibat front-loading ke AS
Isu KritisMenurunnya daya beli domestik, pekerjaan industri
Tanggapan KebijakanStimulus fiskal & moneter aktif dari BI dan pemerintah

penulis: Muhammad Zulfan M.A