Laga Sengit di Wembley: Crystal Palace Tundukkan Liverpool Lewat Adu Penalti
Laga Community Shield 2025 mempertemukan dua tim kuat: Liverpool yang menjuarai Premier League 2024/2025, dan Crystal Palace, sang kampiun Piala FA 2025. Pertandingan berlangsung di Stadion Wembley pada Minggu (10/8) malam WIB dan berakhir dengan skor imbang 2-2 di waktu normal, sebelum Palace keluar sebagai pemenang melalui adu penalti 3-2.
Pasukan Arne Slot membuka skor lebih dulu, namun tim asuhan Oliver Glasner menunjukkan ketangguhan hingga akhirnya merebut trofi kedua mereka di tahun 2025, usai sebelumnya menjuarai Piala FA dengan menumbangkan Manchester City.
baca juga: Fakta Menarik Usai Skor Persija Vs Persita 4-0, Allano Catat Rekor
Sorotan Laga: Pemain Baru Liverpool Tampil Mengesankan
Hugo Ekitike Bersinar di Debutnya
Pemain anyar Hugo Ekitike langsung memberikan dampak besar dengan mencetak gol pembuka hanya dalam waktu empat menit. Gol ini lahir dari rangkaian 22 operan dan melibatkan sembilan pemain, dengan Florian Wirtz memberi assist akurat yang diselesaikan Ekitike dengan tembakan melengkung dari tepi kotak penalti.
Virgil van Dijk dan Lini Belakang Bermasalah
Kesalahan di lini belakang membuat Palace menyamakan kedudukan. Van Dijk melakukan pelanggaran terhadap Ismaila Sarr di kotak terlarang, yang menghasilkan penalti dan berhasil dikonversi Jean-Philippe Mateta.
Jeremie Frimpong Cetak Gol Kedua untuk Liverpool
Pemain baru lainnya, Jeremie Frimpong, juga mencetak gol — meski awalnya tampak sebagai umpan silang — yang justru melambung masuk ke gawang Dean Henderson.
Namun, Palace mampu menyamakan skor jelang akhir pertandingan lewat gol Ismaila Sarr, memanfaatkan umpan dari Adam Wharton. Kedudukan 2-2 pun memaksa laga dilanjutkan ke babak adu penalti.
Adu Penalti: Liverpool Gagal Maksimalkan Kesempatan
Liverpool mengalami malam yang mengecewakan di adu penalti. Tiga eksekutor mereka — Mohamed Salah, Alexis Mac Allister, dan Harvey Elliott — gagal mencetak gol. Palace pun memastikan kemenangan dengan skor 3-2.
Rating Pemain Liverpool vs Crystal Palace – Community Shield 2025
Kiper dan Lini Pertahanan
Alisson Becker (6/10)
Tampil solid saat menggagalkan peluang satu lawan satu dari Mateta. Namun tak mampu menghindari dua gol yang bersarang ke gawangnya.
Jeremie Frimpong (7/10)
Bek kanan lincah yang memberikan kontribusi menyerang signifikan. Mencetak gol beruntung dari sisi kanan dan tampil dominan dalam duel.
Ibrahima Konate (6/10)
Berduel ketat dengan Mateta sepanjang laga. Terlibat dalam beberapa situasi krusial di kotak penalti.
Virgil van Dijk (3/10)
Penampilan yang jauh dari harapan. Melakukan pelanggaran yang menyebabkan penalti dan gagal menjaga pergerakan Sarr untuk gol kedua Palace.
Milos Kerkez (6/10)
Aktif di sisi kiri dan melakukan tekel penting terhadap Sarr. Sempat digantikan oleh Andrew Robertson di babak kedua.
Lini Tengah
Curtis Jones (6/10)
Mengisi posisi starter menggantikan Gravenberch. Menyelesaikan seluruh umpannya namun bermain terlalu aman.
Dominik Szoboszlai (6/10)
Menjadi motor serangan dari lini tengah, terutama melalui umpan diagonal. Tampil cukup agresif dalam menekan.
Florian Wirtz (8/10)
Performa mengesankan dalam debutnya. Memberikan assist untuk gol Ekitike dan sering menciptakan peluang dari lini tengah.
Lini Serang
Mohamed Salah (5/10)
Tidak dalam performa terbaiknya. Kehilangan beberapa peluang dan gagal mencetak gol di adu penalti.
Hugo Ekitike (8/10)
Debut memukau dengan mencetak gol cantik. Meski gagal memanfaatkan beberapa peluang di babak kedua, ia tetap tampil menjanjikan.
Cody Gakpo (5/10)
Kurang efektif dalam membantu serangan. Beberapa kesalahan dalam pengambilan keputusan membuatnya tampil di bawah standar.
baca juga: Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Nasrullah Yusuf Ikuti Munas Aptisi VII di Bandung
Kesimpulan: Pemain Baru Liverpool Lebih Bersinar Dibanding Nama Lama
Laga Community Shield 2025 menunjukkan bahwa wajah-wajah baru Liverpool tampil lebih menjanjikan, seperti Wirtz, Ekitike, dan Frimpong. Sementara beberapa pemain senior seperti Salah dan Van Dijk tampil di bawah performa terbaik mereka.
Kekalahan ini menjadi pengingat bagi Liverpool bahwa adaptasi cepat sangat dibutuhkan jika ingin mengawali musim baru dengan hasil maksimal. Sedangkan Crystal Palace patut dipuji atas keberanian dan ketangguhan mereka dalam dua laga final besar di Wembley.
Penulis: Dena Triana