Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Real Madrid-Tebas: Pertarungan Tanpa Henti

Kategori: Sport
Gambar untuk Real Madrid-Tebas: Pertarungan Tanpa Henti

Konflik antara Real Madrid dan Javier Tebas, Presiden La Liga, telah berlangsung cukup lama. Namun, ketegangan antara keduanya semakin meningkat, dengan ketegangan yang tidak hanya dingin, tetapi benar-benar mencapai titik puncaknya. Sejak musim lalu, hubungan yang telah tegang ini terus berlanjut, menambah dinamika yang sangat kontroversial dalam sepak bola Spanyol.

Baca juga: AC Milan Resmi Rekrut Ardon Jashari dari Brugge

Titik Puncak Konflik Musim Lalu

Puncak dari ketegangan ini terjadi ketika Carlo Ancelotti menyatakan bahwa Real Madrid tidak akan bermain jika pertandingan dijadwalkan dengan waktu istirahat kurang dari 72 jam. Keputusan ini menunjukkan sikap keras Madrid terkait dengan jadwal pertandingan yang menurut mereka tidak adil dan tidak manusiawi bagi pemain. Ancelotti bertindak sebagai juru bicara klub, mengungkapkan ketidakpuasan mereka terhadap penjadwalan pertandingan yang mempersulit persiapan tim.

Hubungan dengan Federasi dan Keputusan Copa del Rey

Hubungan dengan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) tidak jauh lebih baik. Keputusan Real Madrid untuk berlatih di La Cartuja selama final Copa del Rey, serta mengadakan konferensi pers resmi terkait pernyataan wasit sebelumnya, semakin menegaskan betapa renggangnya hubungan antara klub dan Federasi. Keputusan tersebut menunjukkan bahwa tidak ada lagi komunikasi atau hubungan yang baik antara Real Madrid dan federasi yang dipimpin oleh Luis Rubiales pada waktu itu.

Masalah Menyala Kembali di Awal Musim

Memasuki awal musim La Liga 2025/2026, ketegangan ini kembali memanas. Real Madrid menuntut agar pertandingan pembuka mereka ditunda, mengingat tim Xabi Alonso masih berlaga hingga 9 Juli dalam Piala Dunia Antarklub, di mana mereka tersingkir oleh PSG. Madrid merasa bahwa dua minggu pramusim tidak cukup untuk mempersiapkan tim secara optimal. Namun, La Liga dan RFEF menilai bahwa tidak ada alasan yang cukup kuat untuk menunda pertandingan, mengingat jadwal sudah ditetapkan, dan mereka tidak ingin menunda awal musim.

Pernyataan Madrid yang Meningkat

Dengan dukungan dari AFE (Asosiasi Pemain Sepak Bola Spanyol), Madrid menegaskan bahwa dua minggu pramusim tidak cukup untuk tim yang baru saja terlibat dalam turnamen besar. Thibaut Courtois, kiper utama Madrid, juga mengungkapkan kekecewaannya melalui pesan langsung kepada Javier Tebas selama tur pramusim di Amerika Serikat. Hal ini menambah ketegangan dalam hubungan yang semakin memburuk antara kedua pihak.

Serangan Balik dari Real Madrid

Pada Senin sore, saluran televisi resmi klub, RMTV, melancarkan serangan keras terhadap La Liga. Mereka menyebut bahwa musim La Liga 2025-2026 dimulai dengan "cacat, diubah, dan dimanipulasi." Pernyataan tersebut didukung oleh penjelasan dari Miguel García Caba, pengacara berpengalaman yang telah terlibat dalam banyak urusan terkait Real Madrid, La Liga, dan RFEF. Serangan ini menambah api pada perselisihan yang sudah ada.

Tanggapan Tebas yang Kontroversial

Pada 5 Agustus, Javier Tebas merespons serangan tersebut dengan sebuah pesan yang penuh sindiran. Dalam tanggapannya melalui media sosial, Tebas secara tidak langsung menyebut nama Florentino Pérez, Presiden Real Madrid, dengan mengungkit nama Cristóbal Montoro, mantan Menteri Keuangan, yang saat itu sedang diselidiki terkait dugaan pengaruh dalam reformasi pajak. Pesan yang penuh dengan sindiran ini semakin memperburuk hubungan antara kedua pihak.

Perang yang Tak Kunjung Usai

Saat ini, perseteruan antara Real Madrid dan Tebas tidak menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Konflik ini semakin sengit, dan meskipun ada berbagai upaya untuk menyelesaikan masalah, tampaknya keduanya tidak akan berdamai dalam waktu dekat. Sementara itu, dunia sepak bola Spanyol hanya bisa menyaksikan ketegangan ini terus berlanjut, dengan potensi dampaknya yang jauh lebih besar pada struktur dan integritas La Liga di masa depan.

Baca juga: Monitor Kerja Ideal: Produktivitas Meroket, Mata Tetap Nyaman!


Dalam situasi ini, sulit untuk melihat adanya kemungkinan gencatan senjata antara Real Madrid dan Javier Tebas. Dengan konflik yang semakin memanas, jelas bahwa perjuangan ini akan terus mewarnai sepak bola Spanyol dalam beberapa tahun ke depan.

Penulis: Kayla Maharani