Hubungan Retak Antara Real Madrid dan LaLiga Semakin Tajam
Ketegangan antara Real Madrid dan LaLiga, yang dipimpin oleh Javier Tebas, telah berlangsung lama, namun situasi kini semakin memburuk. Hubungan yang sebelumnya dingin kini benar-benar membeku, bahkan hampir tak ada komunikasi antara kedua pihak.
Konflik mencapai titik panas musim lalu ketika pelatih Carlo Ancelotti mengumumkan bahwa Real Madrid tidak akan tampil jika kembali dijadwalkan bermain dengan waktu istirahat kurang dari 72 jam. Tebas segera merespons pernyataan itu, memperkeruh suasana antara klub dan otoritas liga.
baca juga : 5 Fakta KRL Anjlok di Stasiun Jakarta Kota Saat Jam Sibuk Pagi
Real Madrid Juga Berselisih dengan Federasi Sepak Bola Spanyol
Bukan hanya dengan LaLiga, hubungan Los Blancos dengan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) juga memburuk. Ketegangan memuncak saat final Copa del Rey, di mana Real Madrid memutuskan tidak berlatih di Stadion La Cartuja dan menolak mengikuti konferensi pers resmi, menyusul komentar kontroversial dari wasit jelang laga.
Presiden federasi saat ini, Pedro Rocha, dan pengaruh sosok seperti José Ángel Louzán juga disebut tidak memiliki hubungan baik dengan pihak Madrid.
Penolakan Penjadwalan Ulang Buka Laga Musim Jadi Sumber Konflik Baru
Jelang dimulainya musim LaLiga 2025/26, konflik kembali memanas setelah permintaan Real Madrid untuk menjadwal ulang laga pembuka ditolak. Padahal, tim asuhan Xabi Alonso baru saja menyelesaikan pertandingan semifinal Piala Dunia Antarklub pada 9 Juli melawan PSG.
Baik LaLiga maupun RFEF menyatakan tidak ada cukup alasan untuk menggeser jadwal laga pembuka dari tanggal 19 Agustus, karena itu akan mengganggu struktur pekan pertama liga.
Madrid, dengan dukungan dari Asosiasi Pemain Sepak Bola Spanyol (AFE), menilai jadwal tersebut tidak manusiawi karena memberikan waktu persiapan kurang dari dua minggu setelah libur musim panas. Thibaut Courtois bahkan menyampaikan kritik langsung kepada Javier Tebas saat tur pramusim di Amerika Serikat.
Serangan Media Real Madrid Semakin Tajam
Pada Senin malam, Real Madrid TV (RMTV) menyuarakan ketidakpuasan klub secara terbuka. Dalam siarannya, mereka menyebut bahwa "LaLiga 2025/26 dimulai dengan manipulasi, pengaruh, dan ketidakadilan."
Pernyataan ini merujuk pada laporan hukum yang ditulis oleh Miguel García Caba, mantan petinggi Real Madrid yang juga pernah bekerja di LaLiga dan RFEF, sebagai dasar tuduhan terhadap pihak penyelenggara liga.
Balasan Tebas: Sindiran Pedas Bernuansa Politik
Menanggapi kritik tersebut, Javier Tebas memilih menanggapi lewat media sosial pada Rabu dini hari, 5 Agustus. Ia menulis sebuah pesan penuh sindiran yang menyebut nama-nama tokoh politik seperti Cristóbal Montoro—mantan Menteri Keuangan dari Partai Rakyat (PP)—yang saat ini tengah diselidiki karena dugaan konflik kepentingan dalam reformasi pajak sektor energi dan perjudian.
Meski tidak menyebut langsung nama Florentino Pérez, presiden Real Madrid, namun arah sindiran dalam teks tersebut sangat jelas ditujukan kepada klub ibu kota.
baca juga : Kabel Cross: Solusi Sederhana Jaringan Tanpa Switch
Tidak Ada Tanda Gencatan Senjata
Saat ini, konflik antara Real Madrid, LaLiga, dan RFEF semakin tajam dan terbuka ke publik. Komunikasi yang minim, saling sindir di media, hingga perbedaan prinsip soal penjadwalan menunjukkan bahwa baku tembak verbal belum akan berhenti dalam waktu dekat.
Semua mata kini tertuju pada bagaimana kelanjutan musim LaLiga 2025/26 akan berjalan di tengah ketegangan ini.
penulis : Ginasti kurniasih trifosa