Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Rekaman Kokpit Air India Ungkap Dugaan Pemadaman Bahan Bakar Sebelum Kecelakaan

Gambar untuk Rekaman Kokpit Air India Ungkap Dugaan Pemadaman Bahan Bakar Sebelum Kecelakaan

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah rekaman kokpit dari pesawat Air India yang jatuh pada 12 Juni 2025 mengungkapkan dialog antara dua pilot yang diduga menunjukkan bahwa kapten pilot memutus aliran bahan bakar ke mesin pesawat sebelum tragedi mematikan tersebut terjadi.

Baca Juga:Syarat Indonesia Lolos ke Semifinal Piala AFF U-23 2025

Dugaan Pemadaman Bahan Bakar oleh Kapten Pilot

Menurut sumber yang mengetahui penilaian awal oleh pejabat Amerika Serikat (AS), rekaman kokpit menunjukkan percakapan antara kopilot dan kapten pilot yang mengarah pada dugaan bahwa kapten pilot memindahkan sakelar bahan bakar ke posisi yang membuat mesin pesawat kehabisan bahan bakar. Pesawat Boeing 787-8 Dreamliner itu jatuh di dekat Ahmedabad, India, menewaskan lebih dari 260 orang.

Penilaian Awal oleh Pejabat AS

Sumber yang dikutip oleh Reuters mengungkapkan bahwa kopilot menanyakan kepada kapten pilot mengapa dia memindahkan sakelar bahan bakar yang menyebabkan mesin kekurangan bahan bakar. Namun, penilaian awal ini belum tercantum dalam dokumen resmi dan masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut. Meskipun tidak ada rekaman video yang secara pasti menunjukkan siapa yang memutuskan sakelar bahan bakar, bukti percakapan kokpit menunjukkan kemungkinan besar kapten pilot yang melakukan tindakan tersebut.

Penyidikan Kecelakaan Masih Berlanjut

Meski berbagai media telah melaporkan temuan serupa, pihak Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat India (AAIB) yang memimpin penyelidikan kecelakaan ini menyatakan bahwa beberapa bagian media internasional "berulang kali mencoba menarik kesimpulan melalui pelaporan yang selektif dan tidak terverifikasi".

Baca Juga:Pahami Metode Analisis Sistem untuk Mempercepat Pengembangan Aplikasi

Laporan Wall Street Journal dan Media Lainnya

Sebelumnya, Wall Street Journal (WSJ) adalah media pertama yang melaporkan informasi terkait dugaan pemadaman bahan bakar dalam kecelakaan ini pada 16 Juli 2025.

Penulis: Emi Kurniasih.