DPR RI Minta Pemerintah Indonesia Bersikap Tegas Tolak Pendudukan Gaza
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyatakan keprihatinannya terhadap rencana Israel untuk menguasai seluruh wilayah Jalur Gaza. Menurutnya, langkah Israel tersebut bukan hanya melanggar prinsip-prinsip hukum internasional, tetapi juga berpotensi memperburuk penderitaan rakyat Palestina.
"Pendudukan total atas Gaza bertentangan dengan Konvensi Jenewa dan berbagai resolusi PBB. Ini juga akan mengancam stabilitas kawasan dan memperdalam krisis kemanusiaan di Palestina," kata Dave saat dihubungi media, Kamis (7/8/2025).
baca juga : Mengenal Roblox: Platform Game Online yang Jadi Sorotan karena Isu Kekerasan Anak
Desakan Diplomasi Aktif: Indonesia Harus Gerak di PBB dan OKI
Dave menekankan pentingnya diplomasi aktif dari pemerintah Indonesia dalam menghadapi situasi ini. Ia mendorong Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) untuk memanfaatkan berbagai forum internasional guna menolak langkah Israel dan mendorong perdamaian di Palestina.
"Indonesia perlu lantang bersuara melalui PBB, OKI, dan forum internasional lainnya untuk mendesak gencatan senjata permanen dan penyelesaian konflik secara damai serta adil," tegas Dave.
Israel Militerisasi Gaza, 86 Persen Wilayah Jadi Zona Perang
Rencana pendudukan penuh oleh Israel bukan sekadar wacana. Saat ini, otoritas Israel telah memaksa warga Palestina berpindah ke wilayah-wilayah kecil yang semakin sempit. Sekitar 86 persen dari wilayah Gaza telah dijadikan zona militer, memperparah penderitaan masyarakat sipil yang telah lebih dulu mengalami serangan dan blokade.
Taktik pemindahan paksa ini dianggap sebagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia, memicu kritik dari banyak kalangan termasuk lembaga kemanusiaan internasional.
AS Dinilai Tak Akan Halangi Langkah Israel
Dalam perkembangan lain, sikap Amerika Serikat turut disorot karena dinilai pasif terhadap rencana Israel tersebut. Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa dirinya tidak akan menghalangi rencana Israel untuk menguasai Jalur Gaza sepenuhnya.
Saat ditanya soal keputusan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menduduki Gaza, Trump memilih menghindari sikap tegas. Ia mengatakan, fokus utamanya adalah soal bantuan pangan untuk warga Gaza.
"Sisanya, saya tak bisa berkata banyak. Itu sepenuhnya keputusan Israel," ucap Trump kepada wartawan, sebagaimana dilansir Al-Jazeera.
baca juga : Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Nasrullah Yusuf Ikuti Munas Aptisi VII di Bandung
Seruan Internasional Kian Menguat, Tapi Ketegangan Terus Meningkat
Rencana aneksasi Gaza oleh Israel kini semakin memicu kecaman global. Namun, tanpa adanya langkah tegas dari negara-negara besar, terutama Amerika Serikat, potensi realisasi pendudukan penuh tetap terbuka lebar.
Indonesia bersama negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) diharapkan dapat membangun tekanan diplomatik yang kuat untuk mendorong solusi damai dan menghentikan aksi sepihak Israel yang terus menambah luka kemanusiaan di Palestina.
penulis : Ginasti kurniasih trifosa