Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Reuni Efraín Juárez dan Javier Mascherano Setelah 15 Tahun: Dari Lawan di Piala Dunia ke Duel Pelatih di Leagues Cup

Gambar untuk Reuni Efraín Juárez dan Javier Mascherano Setelah 15 Tahun: Dari Lawan di Piala Dunia ke Duel Pelatih di Leagues Cup

Flashback Piala Dunia 2010: Meksiko vs Argentina di Babak 16 Besar

Pada ajang Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, tim nasional Meksiko berhadapan dengan Argentina di babak 16 besar, tepatnya di Stadion Soccer City, Johannesburg.
Dalam laga tersebut, Argentina meraih kemenangan 3-1 atas Meksiko, dengan gol-gol dari Carlos Tévez (menit 25 dan 51) serta Gonzalo Higuaín (32'). Sementara itu, Javier “Chicharito” Hernández mencetak satu gol balasan untuk El Tri pada menit ke-71.

baca juga:Mengenal Roblox: Platform Game Online yang Jadi Sorotan karena Isu Kekerasan Anak

Pertandingan ini dikenang karena beberapa momen penting:

  • Gol pertama Tévez tercipta dari posisi offside yang kontroversial,
  • Blunder Ricardo Osorio, yang dimanfaatkan dengan baik oleh Higuaín,
  • Dan dominasi Argentina yang saat itu dipimpin oleh Diego Maradona.

Juárez dan Mascherano: Dari Rekan Lapangan ke Lawan Strategi

Yang menarik, dua pemain yang tampil penuh selama 90 menit dalam laga tersebut kini kembali berhadapan dalam peran baru sebagai pelatih.

  • Efraín Juárez, eks bek kanan Meksiko, kini menjadi pelatih Pumas UNAM,
  • Sedangkan Javier Mascherano, gelandang tangguh Argentina saat itu, kini melatih Inter Miami.

Pertemuan Kembali di Leagues Cup 2025: Laga Penentu di Chase Stadium

Hari ini, Rabu, 6 Agustus 2025, keduanya akan kembali saling berhadapan dalam laga hidup-mati di Matchday 3 Leagues Cup 2025.
Pertandingan antara Pumas vs Inter Miami akan berlangsung di Chase Stadium, Fort Lauderdale, dan menjadi krusial bagi kedua tim yang wajib menang demi melaju ke babak perempat final.

baca juga:‎Rektor Universitas Teknokrat Hadiri Munas APTISI VII di Bandung, Bahas Transformasi PTS untuk Indonesia Emas

Laga Sarat Emosi dan Reuni Penuh Makna

Ini akan menjadi pertemuan kedua secara resmi antara Juárez dan Mascherano, namun yang pertama sebagai pelatih kepala.

  • Bagi Juárez, ini bisa menjadi kesempatan balas dendam setelah kekalahan di 2010.
  • Sementara Mascherano berpeluang menorehkan kemenangan kedua atas rival lamanya.

Pertandingan ini bukan hanya soal taktik dan poin, tapi juga membawa nilai emosional dan sejarah yang kuat antara dua mantan pemain yang kini melangkah di jalur kepelatihan profesional.

penulis:Titin af-idatus soraya