Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Ribuan Aparat Disiagakan untuk Mengamankan Aksi Massa di Pati Jelang 13 Agustus

Kategori: Uncategorized
Gambar untuk Ribuan Aparat Disiagakan untuk Mengamankan Aksi Massa di Pati Jelang 13 Agustus

Menjelang aksi demonstrasi besar-besaran di Kabupaten Pati yang dijadwalkan berlangsung pada 13 Agustus 2025, ribuan aparat gabungan dikerahkan untuk mengamankan jalannya aksi. Aksi ini diperkirakan melibatkan puluhan ribu massa dari berbagai elemen masyarakat yang menyuarakan aspirasi mereka di depan Kantor Bupati Pati.

Baca juga :Elon Musk Ancam Gugat Apple Terkait Peringkat Aplikasi AI di App Store

Polda Jawa Tengah bersama Polresta Pati telah mengerahkan sekitar 2.684 personel dari berbagai satuan, termasuk Sabhara, Brimob, Intelijen, Lalu Lintas, serta Humas. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan, dengan pendekatan pengamanan yang tetap mengedepankan prinsip humanis. Aparat diminta untuk tidak bersikap represif dan fokus menjaga kondusivitas wilayah.

Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi, menegaskan bahwa seluruh personel telah disiagakan penuh dan siap mengawal aksi agar tetap berjalan tertib dan aman. Dalam upaya mendukung kelancaran aksi dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, pihak kepolisian juga mengimbau kepada para pelaku usaha di sekitar Alun-Alun Pati dan kantor bupati untuk menutup sementara toko mereka serta mengaktifkan CCTV selama aksi berlangsung.

Tak hanya itu, sebanyak 22 sekolah yang berada di sekitar lokasi aksi juga diminta untuk melaksanakan kegiatan belajar secara daring. Hal ini bertujuan untuk menjaga keselamatan siswa dan kelancaran proses belajar mengajar tanpa terganggu oleh kegiatan massa.

Aksi demonstrasi ini dipicu oleh kebijakan kontroversial terkait kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen. Meskipun Bupati Pati, Sudewo, telah resmi membatalkan kenaikan tersebut, sebagian besar warga tetap melanjutkan rencana aksi dengan tuntutan tambahan berupa pengunduran diri sang bupati. Mereka menilai keputusan awal tersebut mencerminkan sikap tidak berpihak pada rakyat kecil.

Di Alun-Alun Pati, suasana mulai dipenuhi dengan berbagai logistik seperti air mineral dalam kardus, spanduk tuntutan, dan perlengkapan aksi lainnya. Posko dapur umum dan area koordinasi massa telah disiapkan untuk menyambut massa aksi yang diklaim bisa mencapai 100 ribu orang. Beberapa tuntutan lain yang ikut disuarakan adalah penolakan sistem sekolah lima hari dan pemecatan guru honorer yang terjadi sebelumnya.

Baca juga :Mendiktisaintek Brian Yuliarto Apresiasi Tinggi Digital Smart Composter Karya Universitas Teknokrat Indonesia

Dengan pengamanan ekstra dan perencanaan aksi yang matang dari warga, demo besar-besaran ini menjadi salah satu momentum penting dalam dinamika sosial-politik Kabupaten Pati tahun ini.