Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Roblox Dikhawatirkan Berbahaya bagi Anak, Bagaimana Aturan Game Online di Indonesia?

Kategori: Other
Gambar untuk Roblox Dikhawatirkan Berbahaya bagi Anak, Bagaimana Aturan Game Online di Indonesia?

Kekhawatiran Terhadap Game Roblox

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menilai bahwa game online populer, Roblox, dapat berisiko bagi anak-anak. Selain mengandung kekerasan, Mu’ti juga khawatir adanya potensi penyusupan konten judi yang dapat merusak mental anak-anak. Ia mengimbau agar penyedia layanan game memperhatikan dengan seksama konten yang ditawarkan, agar lebih mendidik dan tidak merusak perkembangan anak.

“Para penyedia layanan online, tolong bantu kami memberikan layanan yang mendidik, bukan yang dapat merusak mental anak-anak dan intelektual mereka,” ujar Mu’ti kepada wartawan pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Baca juga: Pemerintah Diminta Bijak Sikapi Bendera One Piece, Ingat Kata Gus Dur

Regulasi Game Online untuk Anak-anak di Indonesia

Menurut penelusuran Kumparan, terdapat aturan yang mengatur tentang game online untuk anak-anak di Indonesia. Salah satunya adalah Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permenkominfo) Nomor 2 Tahun 2024, yang mengklasifikasikan game berdasarkan usia pengguna dan membatasi konten yang dapat diakses oleh anak-anak. Aturan ini mencakup berbagai ketentuan tentang kategori konten yang harus dihindari dalam game untuk anak-anak.

Pengklasifikasian Game Berdasarkan Usia Pengguna

Permenkominfo menyebutkan pengelompokan game berdasarkan usia sebagai berikut:

  1. Usia 3 tahun ke atas
  2. Usia 7 tahun ke atas
  3. Usia 13 tahun ke atas
  4. Usia 15 tahun ke atas
  5. Usia 18 tahun ke atas

Setiap kategori usia memiliki batasan terhadap jenis konten yang dapat ditampilkan, seperti kekerasan, darah, pornografi, bahasa kasar, dan aktivitas judi. Untuk game yang dikategorikan untuk anak-anak usia 3 tahun atau lebih, misalnya, tidak boleh mengandung kekerasan, pornografi, atau hal-hal yang berhubungan dengan judi dan zat adiktif.

Bimbingan Orang Tua dalam Penggunaan Game

Selain pengklasifikasian berdasarkan usia, aturan ini juga menyarankan agar orang tua memberikan pendampingan atau bimbingan kepada anak-anak yang bermain game, terutama yang berada dalam kelompok usia 3 hingga 13 tahun. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa anak-anak tetap terjaga dari konten yang berbahaya.

Pembaruan Klasifikasi Game

Permenkominfo juga menetapkan bahwa penerbit game harus melakukan klasifikasi ulang jika ada pembaruan atau perubahan pada kategori konten dalam game. Dengan begitu, game yang sebelumnya mungkin aman untuk anak-anak dapat diperbarui untuk menghindari konten berbahaya.

Baca juga: Rektor UTI mendapatkan ucapan Selamat dari Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) RI

Game untuk Anak-anak: Menghindari Konten Negatif

Secara keseluruhan, aturan ini mengatur secara rinci apa saja yang harus dihindari dalam konten game yang ditujukan untuk anak-anak. Misalnya, game untuk anak usia 3 tahun harus bebas dari kekerasan, bahasa kasar, dan konten yang berkaitan dengan narkoba atau zat adiktif. Dengan adanya regulasi ini, diharapkan anak-anak dapat menikmati game secara aman tanpa terpapar konten yang merusak perkembangan mereka.

Penulis: Fiska Anggraini