Pendahuluan: Apa Itu “Roh Halus” di Mal?
Fenomena yang disebut “Roh Halus” menggambarkan kelompok konsumen yang mengunjungi pusat perbelanjaan hanya untuk menyentuh, mencoba, atau membandingkan barang seperti pakaian atau sepatu—namun tidak melakukan pembelian di lokasi. Mereka lebih memilih membeli secara online karena harga yang lebih murah.Industri Kontan+12Detik Finance+12Detik Finance+12RANBITV.COM+2Koropak Media+2
baca juga:Bagaimana Teknologi Modern Mengoptimalkan Pengelolaan Perpustakaan?
1. BPS Tegaskan: Fenomena Ini Bukan Isapan Jempol
Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa fenomena ini benar-benar terjadi dan didukung oleh data konsumsi rumah tangga kuartal II 2025 yang menunjukkan pertumbuhan sebesar 4,97%—dengan kontribusi signifikan dari belanja online.https://economy.okezone.com/+1
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, menyebut adanya pergeseran nyata dari belanja offline ke online yang sebelumnya belum pernah terdata secara publik.https://economy.okezone.com/
2. Mengapa “Roh Halus” Muncul? Faktor di Balik Perilaku Ini
💸 Perbedaan Harga antara Offline dan Online
Mengutip data dari Ketua Hippindo, Budiharjo Iduansjah, konsumen kini lebih cermat mencari harga terbaik. Jika harga di online lebih murah 10–20%, mereka tidak jadi membeli offline.Detik Finance+5Detik Finance+5Koropak Media+5
⚠️ Tekanan Ekonomi dan Penurunan Daya Beli
Fenomena ini juga menjadi sinyal melemahnya daya beli masyarakat. Konsumsi di mal kini dialihkan ke e-commerce akibat kondisi ekonomi yang lebih ketat.RANBITV.COM+2guideku.com+2
3. Dampak Fenomena “Roh Halus” Bagi Ritel Offline
🏬 Toko Fisik Kehilangan Pesaing
Ritel di mal dan department store terpukul cukup keras. Persaingan dengan platform digital membuat toko offline sulit bertahan karena biaya operasional yang tinggi dan keterbatasan produk.RANBITV.COM+4Detik Finance+4kucantik.com+4
📦 Regulasi dan Perizinan Tinggi
Prosedur panjang untuk impor dan izin dagang serta beban pajak membuat stok di toko fisik kurang lengkap. Dalam persaingan harga pun, mereka sering kalah dengan e-commerce.kucantik.com+1
4. Tren Konsumen: Dari “Melek Tokonya” ke Checkout Online
Istilah Roh Halus muncul setelah fenomena Rojali (rombongan jarang beli) dan Rohana (rombongan hanya nanya-nanya). Kini muncul praktik baru: datang ke mal untuk memegang produk baru lalu membeli secara online lewat aplikasi diskon.Detik Finance+11RANBITV.COM+11kucantik.com+11
baca juga:Universitas Teknokrat Indonesia Diakui LLDikti sebagai Pencetak SDM Berkualitas
5. Rekomendasi Bagi Industri Ritel
- Inovasi PROMO & Diskon: Toko offline perlu menawarkan promo eksklusif untuk menarik pembeli agar memilih belanja langsung.
- Pendidikan Harga Jujur: Edukasi konsumen tentang nilai tambah layanan offline: garansi langsung, mencoba fisik, maupun kenyamanan berbelanja.
- Sinkronisasi PPN dan Regulasi: Adaptasi regulasi yang membuat biaya operasional lebih terjangkau agar setara daya saing dengan e-commerce.
penulis:Muhammad Zulfan M.A