Indeks Bisnis-27 Memulai Perdagangan dengan Tekanan
Indeks Bisnis-27 membuka perdagangan hari ini dengan posisi melemah, mengikuti tren serupa pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama dengan Harian Bisnis Indonesia ini awalnya sempat menguat di level 515,48, namun segera turun ke zona merah pasca pembukaan. Pergerakan indeks tercatat berada di kisaran 511,22 hingga 515,86.
baca juga: 5 Fakta KRL Anjlok di Jakarta Kota saat Jam Berangkat Kerja
Komposisi Saham: Mayoritas Tekanan di 13 Saham
Dari total 27 saham konstituen, hanya 10 saham yang dibuka di zona hijau, sementara 4 saham stagnan dan sisanya, sebanyak 13 saham, berada di zona merah. Hal ini menunjukkan tekanan yang cukup besar pada sebagian besar saham di indeks ini.
Saham AKRA Memimpin Pelemahan, Diikuti HEAL dan MYOR
Saham PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) menjadi penyebab utama penurunan indeks dengan melemah sebesar 3,8% atau turun 50 poin ke level Rp1.265. Disusul oleh saham PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) yang turun 2,40% ke posisi Rp1.630. Saham MYOR, TLKM, dan BBNI juga mengalami pelemahan signifikan, masing-masing turun 2,21%, 1,98%, dan 1,66% ke level Rp2.210, Rp2.970, dan Rp4.150.
Saham yang Menguat: BRIS, BRPT, dan SIDO
Di sisi lain, terdapat beberapa saham yang menunjukkan penguatan. Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) naik 0,72% ke level Rp2.800, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) menguat 0,81% ke Rp2.480, dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) juga naik 0,81% ke level Rp500.
IHSG Dibuka Menguat, Namun Bergerak Volatil
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dibuka di level 7.534,44, namun segera mengalami pergerakan volatil. IHSG bergerak pada rentang 7.521 hingga 7.540 dalam sesi awal perdagangan. Tercatat ada 246 saham menguat, 267 saham melemah, dan 209 saham stagnan. Kapitalisasi pasar IHSG tercatat sebesar Rp13.515 triliun.
Penulis: Dena Triana