Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Saham Bank Geliat, Pendorong Euforia di Bursa: Beberapa Saham Mencatat Lonjakan Dua Digit

Kategori: Uncategorized
Gambar untuk Saham Bank Geliat, Pendorong Euforia di Bursa: Beberapa Saham Mencatat Lonjakan Dua Digit

Pergerakan Positif Saham Bank pada 12 Agustus 2025
Pada perdagangan Selasa, 12 Agustus 2025, sejumlah saham bank, terutama yang berada di segmen niche dan menengah, menunjukkan pergerakan yang sangat agresif. Kenaikan harga saham yang signifikan ini memicu euforia di lantai bursa, dengan beberapa saham bahkan mencatatkan lonjakan harga dua digit.

PT Bank Neo Commerce (BBYB) Mencatatkan Lonjakan Harga Signifikan

Salah satu saham yang mencuri perhatian hari ini adalah PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB). Dibuka dengan kenaikan sebesar 2,08% atau setara dengan 6 poin, harga saham BBYB langsung melesat hingga 22,2% pada pukul 14.24 WIB, mencapai Rp352 per saham, dari harga pembukaan Rp294. Dalam seminggu, saham bank digital ini tercatat mengalami penguatan signifikan sebesar 34,62%.

PT Bank Raya Indonesia (AGRO) Menunjukkan Penguatan

Tidak hanya BBYB, PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO) juga mengalami penguatan yang cukup signifikan. Dibuka dengan kenaikan tipis 0,92% atau 2 poin ke Rp220, saham AGRO kemudian terus melaju hingga mencapai Rp252 per saham, mencatatkan lonjakan sebesar 15,6% pada perdagangan hari ini.

PT Bank Jago (ARTO) Tampil Menguat

Saham PT Bank Jago Tbk. (ARTO) turut mencatatkan kenaikan yang cukup tajam. Dibuka menguat sebesar 0,5% atau 10 poin ke Rp2.270, harga saham ARTO sempat mengalami koreksi, namun bangkit kembali dan melesat hingga menyentuh Rp2.360 per saham, mencatatkan kenaikan sebesar 18%. Pada pukul 14.24 WIB, saham ARTO bertahan di level Rp2.300, naik 15%.

Saham Bank Lain Ikut Menguat

Selain itu, saham dari bank-bank lain seperti PT Bank KB Bukopin Tbk. (BBKP) yang menguat 5% ke Rp63 per saham, serta PT Bank MNC Internasional Tbk. (BABP) yang naik 3,84% ke Rp54 per saham, turut menunjukkan pergerakan positif. Saham PT Bank MNC Kapital Indonesia Tbk. (BCAP) juga ikut menguat sebesar 3,28% ke Rp63. Begitu pula dengan Bank Mayapada (MAYA), yang naik 3,21% ke Rp193, serta PT Bank Aladin Syariah Tbk. (BANK) yang menguat 3,05% ke Rp845 per saham.

Baca juga : Bagaimana Teknologi Modern Mengoptimalkan Pengelolaan Perpustakaan?

Bank-Bank Besar Juga Ikut Menguat

Tidak hanya saham dari bank-bank niche, empat bank besar Indonesia juga mencatatkan penguatan signifikan pada hari ini. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) naik 3,22% ke Rp8.825, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) melonjak 4,72% ke Rp3.990, PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) naik 3,81% ke Rp4.900, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) menguat 4,76% ke Rp4.400.

Sentimen Positif: The Fed dan BI Sebagai Pendorong Kenaikan Saham

Menurut Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta, euforia yang terjadi di pasar saham ini dipicu oleh ekspektasi pelonggaran moneter oleh bank sentral Amerika Serikat (The Fed) pada September, yang berpotensi berlanjut hingga Desember. Nafan juga mengharapkan kebijakan serupa akan diterapkan oleh Bank Indonesia (BI), dengan kemungkinan penurunan BI rate dua kali di semester II/2025.

Potensi Peningkatan Kredit dan Penurunan NPL

Nafan menilai bahwa kebijakan pelonggaran moneter ini akan membuka peluang untuk peningkatan kredit, terutama kredit berkualitas. Selain itu, penurunan suku bunga juga berpotensi menekan kenaikan Non-Performing Loan (NPL), yang bisa semakin memperkuat pergerakan positif saham-saham perbankan.

Baca juga : Rektor Universitas Teknokrat Indonesia hadiri KSTI Indonesia 2025 keynote Speech Bapak Prabowo Subianto

Peluang Akomulasi Saham Perbankan

Dari sisi teknikal, Nafan menambahkan bahwa mayoritas saham perbankan sudah melewati fase major sideways, membuka peluang untuk akumulasi saham. Pergerakan ini menunjukkan bahwa pelaku pasar, baik institusi maupun investor asing, perlahan mulai masuk ke dalam pasar saham perbankan.

Penulis : aqilah az-zahra