Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) kembali menjadi sorotan pasar setelah mencatat tekanan jual dari investor asing yang cukup besar. Meski demikian, sejumlah analis menilai saham ini masih menyimpan potensi kenaikan ke level yang jauh lebih tinggi.
Baca Juga : AC Milan Tampil Ganas, Cetak 16 Gol dalam Empat Laga Pramusim
Pergerakan Harga dan Transaksi Saham BMRI
Pada perdagangan Rabu (31 Juli 2025), saham Bank Mandiri ditutup melemah 1,91% di harga Rp 4.620, dengan kisaran perdagangan antara Rp 4.620 hingga Rp 4.720. Sebanyak 141,26 juta lembar saham diperdagangkan dengan frekuensi transaksi mencapai 36.826 kali dan nilai transaksi sebesar Rp 657,44 miliar.
Distribusi saham yang besar terjadi melalui broker Maybank Sekuritas Indonesia yang mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 137 miliar. Sementara itu, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 318 miliar.
Net Sell Asing Capai Rp 13 Triliun Sepanjang Tahun
Secara year to date (ytd), saham BMRI mengalami tekanan cukup signifikan dari investor asing dengan total net sell mencapai Rp 13,2 triliun. Harga saham pun terkoreksi hampir 19% dari level Rp 5.700 pada awal tahun menjadi Rp 4.620 saat ini.
Dari sisi valuasi, saham BMRI tergolong murah. Rasio price to book value (PBV) saat ini berada di angka 1,7 kali—hampir menyentuh -2 standar deviasi (1,65x) dari rata-rata tiga tahun terakhir. Begitu pula dengan price earning ratio (PER) yang hanya 7,66 kali, lebih rendah dibanding rata-rata -2 standar deviasi selama tiga tahun terakhir di angka 8,18 kali.
Potensi Kenaikan Harga dan Dividen Menarik
Investment Analyst dari Edvisor Profina Visindo, Indy Naila, menyampaikan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang naik ke level 7.300–7.400 dalam waktu dekat, bahkan bisa menyentuh 7.500 jika kondisi global tetap stabil. Dalam skenario tersebut, sektor perbankan dan komoditas diperkirakan menjadi unggulan.
Salah satu saham yang direkomendasikan adalah BMRI dengan target harga mencapai Rp 6.100. Sementara menurut analisis dari Stockbit Sekuritas per 25 Juni 2025, saham BMRI di harga Rp 4.880 diperdagangkan pada valuasi 1,46x 1-Year Forward PBV, mendekati -1 standar deviasi (1,42x) dari rata-rata historis 5 tahun.
Berdasarkan valuasi tersebut, BMRI menawarkan potensi dividen yield minimum sebesar 7%, atau setara dengan Rp 340-an per saham. Sebagai informasi, untuk tahun buku 2024, Bank Mandiri telah membagikan dividen sebesar Rp 466,18 per saham yang sudah dibayarkan pada 23 April 2025.
Baca Juga : Perpustakaan Modern: Teknologi yang Mempermudah Pengguna dan Pustakawan
Rencana Aksi Korporasi Bank Mandiri
Bank Mandiri juga mengungkapkan adanya rencana aksi korporasi berupa penerbitan obligasi dalam mata uang rupiah. Terkait hal tersebut, perseroan akan melakukan audit atas laporan keuangan konsolidasian untuk periode Juni 2025 sebagai bagian dari proses penerbitan tersebut.
Penulis : Tamtia Gusti Riana