Saham BMRI Tergelincir Meski Potensinya Masih Besar
Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengalami penurunan signifikan sebesar 1,91% ke level Rp 4.620 pada perdagangan hari Rabu, 31 Juli 2025. Harga saham sempat bergerak di kisaran Rp 4.620 hingga Rp 4.720 dengan volume transaksi mencapai 141,26 juta saham.
Baca Juga : Gerhana Matahari 2027, Spektakuler dan Terlama Abad Ini
Nilai transaksi hari itu tercatat sebesar Rp 657,44 miliar dengan frekuensi perdagangan sebanyak 36.826 kali. Dalam transaksi tersebut, saham BMRI terlihat banyak mengalami distribusi, terutama oleh broker Maybank Sekuritas Indonesia yang mencatat penjualan bersih (net sell) hingga Rp 137 miliar.
Asing Juga Melepas, Net Sell Tembus Rp 13 Triliun
Investor asing juga tampak kurang bergairah terhadap saham BMRI, terbukti dari penjualan bersih yang mencapai Rp 318 miliar dalam satu hari. Jika ditarik sejak awal tahun (year to date), asing sudah mencatatkan total net sell sebesar Rp 13,2 triliun untuk saham Bank Mandiri. Alhasil, harga sahamnya turun tajam sebesar 18,95% dari posisi awal tahun di Rp 5.700.
Valuasi Saham BMRI Terbilang Murah
Meski ditekan penurunan, saham BMRI saat ini dinilai murah berdasarkan rasio valuasinya. Price to Book Value (PBV) tercatat 1,7 kali, mendekati -2 standar deviasi rata-rata tiga tahun sebesar 1,65 kali. Sementara itu, Price to Earnings Ratio (PER) berada di level 7,66 kali, lebih rendah dari rata-rata -2 standar deviasi tiga tahun yang sebesar 8,18 kali.
Dengan valuasi tersebut, saham Bank Mandiri dinilai cukup menarik untuk dikoleksi oleh investor jangka menengah hingga panjang.
Rekomendasi Analis: Target Harga Bisa Tembus Rp 6.100
Menurut Indy Naila, Investment Analyst dari Edvisor Profina Visindo, potensi penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa mencapai 7.300–7.400 dalam waktu dekat, bahkan bisa menembus 7.500 jika situasi makroekonomi dan geopolitik tetap stabil. Sektor perbankan pun dinilai masih menjanjikan, termasuk BMRI yang menjadi salah satu pilihan unggulan.
Ia merekomendasikan saham Bank Mandiri dengan target harga Rp 6.100, didukung oleh potensi penguatan sektor perbankan seiring pelonggaran kebijakan moneter dan peningkatan permintaan kredit.
Potensi Dividen Menarik untuk Investor
Stockbit Sekuritas juga melihat saham BMRI dalam posisi menarik. Per 25 Juni 2025, dengan harga Rp 4.880, BMRI diperdagangkan di valuasi 1,46x 1-Year Forward PBV—hampir menyentuh -1 standar deviasi dari rata-rata lima tahun sebesar 1,42x.
Pada level valuasi tersebut, Stockbit memperkirakan BMRI bisa menawarkan potensi dividend yield minimal 7%, atau sekitar Rp 340-an per saham. Sebagai catatan, untuk tahun buku 2024, Bank Mandiri telah membagikan dividen sebesar Rp 466,18 per saham yang dibayarkan pada 23 April 2025.
Baca Juga : Software Wajib Punya untuk Freelancer: Kerja Cerdas, Hasil Dahsyat!
Rencana Aksi Korporasi: Terbitkan Obligasi Rupiah
Bank Mandiri juga mengumumkan akan melakukan audit laporan keuangan konsolidasian untuk semester pertama tahun 2025. Hal ini berkaitan dengan rencana aksi korporasi yang tengah disiapkan oleh perseroan, yaitu penerbitan obligasi dalam denominasi rupiah.
Penulis : Tamtia Gusti Riana