Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Saham Bank Mandiri Tertekan, Net Sell Asing Capai Rp 13 Triliun, Potensi Harga Rp 6.000-an Masih Ada

Kategori: saham bank
Gambar untuk Saham Bank Mandiri Tertekan, Net Sell Asing Capai Rp 13 Triliun, Potensi Harga Rp 6.000-an Masih Ada

Penurunan Saham BMRI di Tengah Tekanan Penjualan Asing

Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Rabu (31/7/2025). Saham BMRI turun 1,91% menjadi Rp 4.620, dengan rentang perdagangan antara Rp 4.620 hingga Rp 4.720. Total saham yang ditransaksikan mencapai 141,26 juta lembar, dengan nilai transaksi sebesar Rp 657,44 miliar.

Baca Juga : Crystal Palace vs FC Augsburg: Jadwal, Live Streaming & Channel TV – Laga Pramusim 2025

Tekanan Penjualan Asing Terhadap Saham BMRI

Pada perdagangan ini, saham Bank Mandiri banyak didistribusikan, dengan Maybank Sekuritas mencatatkan net sell sebesar Rp 137 miliar. Selain itu, investor asing juga mencetak net sell sebesar Rp 318 miliar. Dalam periode year-to-date (YTD), saham BMRI mengalami net sell asing mencapai Rp 13,2 triliun, yang menyebabkan harga saham turun sekitar 18,95% dibandingkan dengan harga awal tahun yang berada di level Rp 5.700.

Valuasi BMRI Menunjukkan Potensi Investasi

Meskipun saham BMRI mengalami penurunan harga, rasio price-to-book value (PBV) saat ini berada di 1,7 kali, yang hampir setara dengan -2 standar deviasi PBV rata-rata tiga tahun di 1,65 kali. Sedangkan price-to-earnings ratio (PER) BMRI tercatat sebesar 7,66 kali (TTM), berada di bawah -2 standar deviasi rata-rata tiga tahun yang berada di 8,18 kali.

Proyeksi Harga BMRI dan Dividen Menjanjikan

Menurut analisis yang disampaikan oleh Investment Analyst Edvisor Profina Visindo, Indy Naila, IHSG berpotensi menembus level 7.300-7.400 dalam jangka pendek, bahkan dapat mencapai 7.500 jika kondisi ekonomi dan politik global tetap kondusif. Ia juga merekomendasikan saham BMRI dengan target harga Rp 6.100.

Baca Juga : Monitor Gaming Terbaik 2024: Visual Gila, Performa Juara!

Sementara itu, Stockbit Sekuritas mencatatkan bahwa per 25 Juni 2025, saham BMRI diperdagangkan dengan valuasi 1,46x 1-Year Forward P/BV, yang hampir menyentuh -1 standar deviasi (1,42x) dari rata-rata historis lima tahun. Pada level tersebut, BMRI memiliki potensi dividend yield minimal 7%, yang berarti potensi dividen per saham bisa mencapai Rp 340-an.

Penulis : Tamtia Gusti Riana