Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan cukup tajam pada perdagangan hari Senin, 28 Juli 2025. Seiring dengan tren positif tersebut, sejumlah saham perbankan besar yang termasuk dalam indeks LQ45 juga mengalami kenaikan harga. Saham-saham blue chip dari sektor perbankan seperti Bank Central Asia (BBCA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan Bank Mandiri (BMRI) menunjukkan pergerakan yang senada dengan IHSG.
Peningkatan nilai saham bank-bank besar ini tidak hanya mencerminkan sentimen pasar yang kondusif, tetapi juga menjadi indikator bahwa pelaku pasar masih menaruh kepercayaan tinggi terhadap sektor keuangan, terutama perbankan, yang memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan indeks utama.
IHSG Tembus Level 7.600, Sentimen Positif Dorong Penguatan Saham
Pada penutupan perdagangan hari itu, IHSG berhasil menembus level psikologis 7.600 dengan mencatatkan kenaikan sebesar 0,94%, ditutup di posisi 7.614,77. Ini merupakan level tertinggi dalam beberapa minggu terakhir, menandakan adanya akumulasi beli dari investor terhadap saham-saham berfundamental kuat. Sejumlah analis menilai bahwa penguatan ini didukung oleh membaiknya sentimen pasar global dan data ekonomi domestik yang menunjukkan stabilitas, termasuk inflasi yang terkendali dan ekspektasi penurunan suku bunga acuan.
Ketiga saham bank papan atas yang tergabung dalam indeks LQ45 turut merespons positif pergerakan IHSG tersebut. Mereka mengalami kenaikan harga secara bersamaan, yang dinilai sebagai sinyal kekompakan sektor perbankan dalam mendukung reli indeks utama.
baca juga : 5 Strategi Jitu Tingkatkan Manajemen Kantor Modern
Harga Saham BBCA: Stabil di Jalur Positif
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mencatatkan penguatan harga saham yang konsisten. Pada akhir sesi perdagangan, saham BBCA ditutup di kisaran Rp8.625 per lembar. Harga ini menunjukkan adanya kenaikan dibandingkan hari perdagangan sebelumnya, di mana BBCA sempat berada di sekitar Rp8.500.
Saham BBCA bergerak dalam rentang harga harian antara Rp8.475 hingga Rp8.625, menunjukkan adanya tekanan beli dari investor institusi maupun ritel. BBCA dikenal sebagai salah satu emiten paling stabil di Bursa Efek Indonesia, dengan kinerja keuangan yang solid dan reputasi sebagai bank swasta paling efisien di Indonesia. Kenaikan harga saham BBCA ini dinilai sebagai respons terhadap kepercayaan investor jangka panjang.
Saham BBRI Melonjak Paling Tajam di Antara Tiga Bank Besar
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) menjadi saham dengan penguatan paling mencolok di antara ketiga bank besar tersebut. Saham BBRI ditutup di level Rp3.940, naik sekitar 1,55% dibandingkan dengan harga penutupan sebelumnya yang berada di Rp3.880.
Rentang pergerakan harian saham BBRI berkisar antara Rp3.920 hingga Rp3.950, mencerminkan adanya optimisme dari investor terhadap prospek BRI, terutama terkait penetrasi kredit mikro dan pertumbuhan digital banking yang terus digenjot. Volume transaksi yang cukup tinggi juga memperlihatkan minat beli yang kuat terhadap saham bank milik negara ini. Apalagi, BBRI juga sering disebut-sebut sebagai bank dengan jaringan terluas yang mampu menjangkau lapisan masyarakat menengah ke bawah.
baca juga : Universitas Teknokrat Indonesia Raih Prestasi World University Rangking for Innovation 2025
BMRI Naik Tipis, Tetap Menunjukkan Arah Positif
Sementara itu, PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) juga mencatatkan kenaikan meskipun tidak sebesar BBRI. Saham BMRI pada penutupan perdagangan Senin berada di level Rp4.700, naik 0,21% dari harga sebelumnya yakni Rp4.690.
Pergerakan harian saham BMRI ada pada kisaran Rp4.690 hingga Rp4.750, dengan volume transaksi yang terbilang tinggi mencapai lebih dari 100 juta lembar saham. Hal ini mencerminkan bahwa walaupun kenaikan harganya tipis, antusiasme terhadap saham BMRI tetap tinggi. Banyak investor menilai BMRI sebagai bank BUMN yang mampu menjaga stabilitas keuangan dan memiliki portofolio pembiayaan korporasi yang kuat.
penulis : Bagas Reyhan N.