Harga Saham Bank Mandiri Turun di Akhir Perdagangan
Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menutup perdagangan Kamis (31/7) di zona merah. Harga saham emiten perbankan pelat merah ini terkoreksi 2,38% atau turun Rp110 ke level Rp4.510 per saham, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp4.620.
baca juga : Kriteria Tanah Menganggur yang Bisa Disita Negara Berdasarkan PP No. 20 Tahun 2021
Pergerakan Saham BMRI Sepanjang Sesi
Pada awal sesi, saham BMRI dibuka di Rp4.610, sedikit lebih rendah dari penutupan hari sebelumnya. Selama perdagangan berlangsung, saham sempat bergerak fluktuatif dengan:
- Harga tertinggi: Rp4.640 per saham
- Harga terendah: Rp4.510 per saham
Menjelang akhir sesi, tekanan jual semakin besar sehingga BMRI ditutup di level terendah hari itu.
Nilai Transaksi Menembus Rp710 Miliar
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BMRI mencatat total nilai transaksi sebesar Rp710 miliar dengan volume perdagangan mencapai 1.558.901 lot. Meski mengalami tekanan, data tersebut menunjukkan minat transaksi yang masih cukup aktif di saham perbankan terbesar di Indonesia ini.
baca juga : Muhammad Abdullah Azzam Siswa SMA Al Kautsar Lolos Program Pelajar Lampung di Parlemen
Apa yang Perlu Diperhatikan Investor?
Melemahnya saham BMRI pada perdagangan kali ini bisa dipengaruhi oleh aksi ambil untung (profit taking) setelah reli sebelumnya maupun sentimen pasar perbankan secara keseluruhan. Investor disarankan untuk memperhatikan:
- Perkembangan kinerja keuangan Bank Mandiri di semester I 2025
- Sentimen global dan domestik, terutama sektor keuangan dan suku bunga
- Pergerakan IHSG yang kerap memengaruhi saham-saham perbankan big cap
Dengan volume transaksi yang tetap tinggi, saham BMRI masih menjadi salah satu pilihan utama investor institusi maupun ritel dalam portofolio jangka panjang.
penulis : elsandria