Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Saham CDIA Melejit Setelah Suspensi Dibuka: Investor Panik Jual, Tapi Ada yang Ambil Kesempatan

Kategori: saham
Gambar untuk Saham CDIA Melejit Setelah Suspensi Dibuka: Investor Panik Jual, Tapi Ada yang Ambil Kesempatan

Saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) kembali diperdagangkan setelah suspensinya dibuka pada hari Jumat (25/7/2025). Saham emiten yang dimiliki oleh Prajogo Pangestu ini sempat mengalami penghentian perdagangan selama dua hari berturut-turut pada 23 dan 24 Juli. Meskipun suspensi telah dibuka, saham CDIA masuk dalam kategori pemantauan khusus full call auction (FCA), yang membuat sejumlah investor, terutama investor ritel, merasa panik dan memilih untuk menjual saham ini.

Baca Juga : Wajib Belajar 13 Tahun Dimulai dari TK untuk Meningkatkan Learning Sustainability di Indonesia


1. Saham CDIA Mentok Auto Reject Atas (ARA)

Pada hari pertama perdagangan setelah suspensi dibuka, saham CDIA langsung mencatatkan kenaikan signifikan, yaitu mencapai auto reject atas (ARA) sebesar 9,90% dengan harga Rp 1.665 per saham. Meskipun harga saham mengalami lonjakan, data yang diperoleh dari aplikasi Stockbit Sekuritas menunjukkan bahwa saham CDIA mencatatkan net sell sebesar Rp 116,6 miliar, angka kedua tertinggi setelah saham lainnya yang juga mengalami net sell besar.


2. Investor Ritel Panik dan Melepas Saham

Panic selling terlihat pada sejumlah investor, terutama investor ritel, yang memilih untuk melepas saham CDIA. Dua broker yang terkenal dengan banyaknya investor perorangan, Stockbit Sekuritas dan Ajaib Sekuritas, tercatat melakukan net sell atas saham ini masing-masing sebesar Rp 17,9 miliar dan Rp 17,6 miliar. Hal ini terjadi karena saham CDIA masuk ke dalam papan pemantauan khusus FCA, yang menyebabkan kekhawatiran di kalangan sebagian investor.


3. Investor Lain Justru Ambil Kesempatan untuk Beli

Namun, di sisi lain, ada juga yang melihat ini sebagai kesempatan untuk membeli. Beberapa broker, seperti Yakin Bertumbuh Sekuritas dan Semesta Indovest Sekuritas, tercatat melakukan net buy masing-masing sebesar Rp 35,2 miliar dan Rp 32,6 miliar. Pembelian ini menunjukkan adanya keyakinan terhadap potensi pertumbuhan saham CDIA meskipun banyaknya tekanan jual.


4. Aktivitas Transaksi Meningkat Drastis

Pada hari Jumat lalu, tercatat sebanyak 70,51 juta saham CDIA diperdagangkan dengan frekuensi mencapai 24.300 kali, dan total nilai transaksi mencapai Rp 117,4 miliar. Aktivitas transaksi saham CDIA jauh lebih aktif dibandingkan sebelumnya, dengan volume perdagangan yang meningkat pesat.

Baca Juga : Pahami Instalasi Debian: Panduan Lengkap untuk Semua Pengguna


5. Lonjakan Harga Saham dan Kapitalisasi Pasar yang Meningkat Pesat

Sejak pertama kali dicatatkan pada 9 Juli 2025, saham CDIA telah mengalami lonjakan harga yang luar biasa, bahkan mencapai 776,32% dari harga IPO yang hanya Rp 190 per saham. Kini, nilai kapitalisasi pasar (market cap) CDIA telah menembus angka Rp 207,84 triliun, menjadikannya berada di peringkat ke-13 dalam daftar emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI). CDIA bahkan berhasil melampaui perusahaan afiliasinya, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), yang memiliki market cap Rp 172 triliun. Saat listing perdana, market cap CDIA masih berada di angka Rp 23,71 triliun.

Penulis : Tamtia Gusti Riana