Investor saham kini dihadapkan pada kecemasan saat saham yang mereka pegang masuk dalam daftar pemantauan khusus Bursa Efek Indonesia (BEI), yang dikenal dengan mekanisme Full Call Auction (FCA). Meski saham yang masuk FCA cenderung bergerak negatif, ada langkah-langkah yang dapat diambil oleh investor agar tetap tenang dan bijak dalam bertindak.
Baca Juga : Dandim 0208/Asahan Resmi Berganti, Bupati Tegaskan Komitmen Forkopimda
1. Apa Itu FCA?
FCA adalah mekanisme perdagangan saham yang hanya memungkinkan transaksi pada sesi lelang tertentu dan tidak diperdagangkan secara normal pada sesi reguler. Saham yang masuk dalam kategori FCA dapat mengalami perubahan harga yang lebih terbatas, yaitu hanya 10% dalam satu hari perdagangan, berbeda dengan saham yang tidak masuk FCA yang bisa mengalami perubahan harga lebih besar, baik naik (ARA) maupun turun (ARB).
FCA diperkenalkan oleh BEI untuk menjaga stabilitas perdagangan saham yang dianggap berisiko atau mengalami volatilitas tinggi. Sejak perubahan kebijakan pada 21 Juni 2024, saham yang masuk dalam pemantauan khusus FCA dapat dievaluasi dalam tujuh hari bursa berturut-turut, asalkan memenuhi syarat yang berlaku.
2. Apa yang Terjadi pada Saham yang Masuk FCA?
Saham yang masuk FCA, seperti yang terjadi pada PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) dan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), seringkali mengalami penurunan harga yang signifikan. Sebagai contoh, saham COIN jatuh Auto Rejection Bawah (ARB) 9,52% setelah masuk dalam pemantauan FCA pada Kamis (24/7/2025).
Mekanisme FCA dapat menyulitkan investor karena jam perdagangan saham yang masuk FCA berbeda dengan saham yang diperdagangkan secara normal, dan transaksi bisa ditolak bahkan saat antri pada jam reguler.
3. Tips Menghadapi Saham yang Masuk FCA
1. Menilai Fundamental Perusahaan
Jika Anda masih percaya dengan fundamental perusahaan dan prospek bisnisnya, Anda dapat mempertimbangkan untuk menahan saham tersebut hingga periode FCA berakhir (biasanya 7 hari bursa berturut-turut). Namun, pastikan Anda telah melakukan analisis valuasi yang tepat dan mempertimbangkan risiko jangka panjang.
2. Jual Saham Sebelum Perdagangan Dibuka
Jika Anda merasa valuasi saham tersebut sudah terlalu mahal, salah satu opsi yang bisa dipilih adalah menjual saham sebelum sesi perdagangan reguler dibuka, yaitu sebelum jam pre-opening (08.45 WIB). Meskipun saham yang masuk FCA tidak mudah untuk matching, cara ini dapat memberikan peluang transaksi yang lebih baik.
Baca Juga : Stop Buang Uang Iklan, Ini Strategi Digital Terbaik!
3. Jangan Terpengaruh Isu yang Beredar
Hindari terpengaruh oleh rumor atau spekulasi yang beredar di pasar mengenai saham yang sedang dibicarakan banyak orang. Penting untuk menghitung risiko terlebih dahulu dan memastikan bahwa keputusan Anda berdasarkan analisis yang matang, bukan karena faktor emosional atau tekanan pasar.
Penulis : Tamtia Gusti Riana