Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Saham Pembuat Ozempic Anjlok 20% Setelah Peringatan Laba

Kategori: saham
Gambar untuk Saham Pembuat Ozempic Anjlok 20% Setelah Peringatan Laba

Novo Nordisk mengurangi proyeksi keuangannya setelah kesulitan menghadapi persaingan ketat di Amerika Serikat. Selain itu, perusahaan ini juga menunjuk CEO baru yang menekankan "rasa urgensi" saat ini.

Baca Juga : Hasil Macau Open 2025: Alwi Farhan Lolos ke 16 Besar, Tantang Zaki Ubaidillah

Novo Nordisk Turunkan Proyeksi Keuangan

Pada hari Selasa, saham Novo Nordisk turun lebih dari 20% setelah perusahaan mengeluarkan peringatan laba dan memperbarui proyeksi keuangan untuk tahun 2025. Proyeksi pertumbuhan penjualan 2025 dipangkas menjadi antara 8% dan 14%, jauh lebih rendah dari perkiraan sebelumnya yang mencapai antara 13% hingga 21%. Penurunan ini menunjukkan tantangan besar yang dihadapi perusahaan dalam mempertahankan pangsa pasar di tengah persaingan yang semakin ketat, terutama di pasar AS.

CEO Baru Diangkat di Tengah Krisis Perusahaan

Sebagai respons terhadap penurunan kinerja perusahaan, Novo Nordisk menunjuk Maziar Mike Doustdar sebagai CEO baru. Doustdar, yang telah lama bekerja di perusahaan ini, dipilih untuk memimpin perusahaan dalam menghadapi tantangan besar ini. Dalam pengumumannya, Doustdar menekankan pentingnya meningkatkan "rasa urgensi" untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi perusahaan saat ini.

Persaingan Ketat dengan Pesaing di AS

Salah satu penyebab utama penurunan proyeksi penjualan adalah meningkatnya persaingan di pasar AS. Produk pesaing, terutama dari Eli Lilly, telah mengambil alih sebagian besar pangsa pasar, mengalahkan Ozempic yang sebelumnya menjadi unggulan dari Novo Nordisk. Selain itu, produk tiruan dan kompound dari GLP-1 yang digunakan untuk penurunan berat badan dan diabetes juga semakin banyak beredar, memengaruhi posisi pasar Novo.

Baca Juga : Software Wajib Punya untuk Freelancer: Kerja Cerdas, Hasil Dahsyat!

Strategi Baru untuk Memulihkan Perusahaan

CEO baru, Doustdar, berjanji untuk segera mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi situasi ini. Dia menyatakan bahwa perubahan dalam cara perusahaan menjalankan operasional dan pendekatan yang lebih cepat dan tepat sangat diperlukan. Meskipun tantangan besar di depan, Doustdar percaya bahwa Novo Nordisk masih memiliki peluang untuk mengembalikan kepercayaan investor dan memimpin pasar di masa depan.

Penulis : Tamtia Gusti Riana