Meskipun pasar mengalami tekanan, sejumlah saham berhasil mencatatkan lonjakan harga yang signifikan pada pekan ini. Saham-saham ini mencatatkan kenaikan luar biasa, mulai dari 33% hingga 113%, dan mendominasi posisi top gainers selama periode 4-8 Agustus 2025.
PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) Memimpin Kenaikan Harga Saham
Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) menjadi yang paling mencolok dengan kenaikan luar biasa. Harga saham PPRI melonjak 113,04%, dari Rp 138 menjadi Rp 294, menjadikannya sebagai saham top cuan sepanjang pekan ini.
baca juga : Cara Mudah Memahami Konsep Topology Hybrid
Saham PT First Media Tbk (KBLV) dan PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) Ikut Meroket
Saham PT First Media Tbk (KBLV) tercatat menguat 57,89%, yang membawa harga sahamnya naik menjadi Rp 90. Sementara itu, saham PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) juga mencatatkan lonjakan 40,51%, dengan harga yang mencapai Rp 111.
PT Super Energy Tbk (SURE) dan Saham Lainnya Mencatatkan Kenaikan Positif
Tidak ketinggalan, saham PT Super Energy Tbk (SURE) menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 35,94%, dengan harga yang mencapai Rp 4.350. Selain itu, saham PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) menguat 34,01% menjadi Rp 197, dan PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) meningkat 33,33% menjadi Rp 880. Saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) juga mencatatkan kenaikan 33,06%, menjadi Rp 660.
Baca juga : Rektor Universitas Teknokrat Indonesia hadiri KSTI Indonesia 2025 keynote Speech Bapak Prabowo Subianto
Peningkatan Rata-Rata Nilai dan Frekuensi Transaksi Harian
Meski pasar saham tertekan, data menunjukkan adanya kenaikan pada rata-rata nilai transaksi harian yang meningkat 6,41% menjadi Rp 17,07 triliun, dibandingkan dengan Rp 16,05 triliun pada pekan sebelumnya. Rata-rata frekuensi transaksi harian juga mengalami kenaikan sebesar 10,92%, mencapai 1,04 juta transaksi dari 978 ribu transaksi pada pekan sebelumnya.
Penurunan Volume Transaksi Harian
Namun, di balik kenaikan transaksi, volume transaksi harian bursa justru mengalami penurunan sebesar 7,79%, menjadi 30,01 miliar saham, dibandingkan dengan 32,55 miliar saham pada pekan sebelumnya. Meskipun demikian, fluktuasi tersebut tidak mengurangi daya tarik bagi pemodal yang mencari peluang di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan.
Penulis : aqilah az-zahra