Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, memberi dukungan terhadap langkah aparat kepolisian yang menangkap para demonstran anarkis, termasuk yang masih di bawah umur, dalam aksi unjuk rasa di Gedung DPR pada Senin (25/8). Sahroni menilai bahwa aksi kekerasan dalam demo tidak dapat dibiarkan, meskipun pelakunya belum dewasa.
Baca juga : Rating Pemain Huddersfield: Mental Baja Antar Kemenangan Adu Penalti Lawan Sunderland
Sahroni Dukung Penangkapan Pedemo Anarkis, Meskipun Masih di Bawah Umur
Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, memberikan dukungan penuh terhadap langkah tegas yang diambil oleh Polda Metro Jaya dalam menangkap para demonstran yang terlibat dalam kericuhan di Gedung DPR. Meskipun beberapa pelaku masih di bawah umur, Sahroni menilai aksi anarkis yang dilakukan mereka tidak bisa dibiarkan begitu saja.
"Saya mendukung penuh Polda Metro untuk menangkap mereka yang anarkis, meskipun mereka masih di bawah umur. Bayangkan, meskipun mereka muda, mereka sudah berperilaku demikian. Ini tidak bisa dibiarkan. Saya apresiasi Kapolda Metro dan jajarannya yang tegas dalam menangani hal ini," ujar Sahroni dalam pesan suara, pada Selasa (26/8).
Premanisme Tidak Boleh Dibiarkan, Bahkan untuk Pelaku di Bawah Umur
Sahroni menegaskan bahwa premanisme dalam bentuk apapun, baik yang dilakukan oleh orang dewasa maupun anak di bawah umur, tidak bisa ditoleransi. Ia menilai tindakan kekerasan yang dilakukan oleh para demonstran, meskipun mereka masih muda, harus mendapat sanksi yang tegas agar tidak menimbulkan dampak buruk di masa depan.
"Premanisme di republik ini tidak boleh ada. Tidak peduli siapa pelakunya, apakah mereka dewasa atau anak di bawah umur. Mereka harus dikenakan sanksi yang sesuai," tambah Sahroni.
Apresiasi Tindakan Aparat yang Tegas dalam Mengawal Demo
Selain mendukung penangkapan, Sahroni juga memuji tindakan tegas aparat kepolisian yang mengawal jalannya aksi unjuk rasa di DPR. Ia menilai bahwa meskipun ada kericuhan yang disebabkan oleh sebagian massa, aparat berhasil menjaga agar demo tetap berlangsung dengan tertib.
"Saya sangat mengapresiasi aparat yang menunjukkan sikap tegas dan terukur, sesuai dengan SOP yang ada. Kerja humanis yang mereka lakukan sangat kami harapkan dalam setiap pengamanan demo," ungkapnya.
Harapan Sahroni agar Demo di DPR Bisa Lebih Tertib di Masa Depan
Sahroni juga berharap bahwa aksi unjuk rasa di DPR ke depannya dapat berlangsung lebih tertib tanpa ada gangguan dari pihak-pihak yang ingin memprovokasi kerusuhan. Ia memahami bahwa kericuhan dalam demo kadang tak bisa dihindari karena adanya provokator, namun ia menekankan pentingnya sikap tegas dari aparat untuk mengatasi masalah tersebut.
"Kericuhan pasti ada karena ada provokator yang ingin merusak demo yang seharusnya berjalan damai. Oleh karena itu, aparat perlu mengambil langkah-langkah tegas dan terukur agar demo bisa berlangsung tertib," jelasnya.
Baca juga : Universitas Teknokrat Indonesia Dapatkan Penghargaan Mitra Kerja Dari Kemkumham
Kesimpulan: Penegakan Hukum dan Tindakan Tegas Perlu Diterapkan
Dukungan Sahroni terhadap penangkapan para demonstran anarkis, termasuk yang masih di bawah umur, menunjukkan bahwa penegakan hukum harus tetap berlaku untuk siapa saja yang melanggar aturan, tidak terkecuali mereka yang terlibat dalam kerusuhan meski masih anak-anak. Tindakan tegas dari aparat kepolisian diharapkan dapat menjaga keamanan, kelancaran, dan ketertiban dalam setiap aksi unjuk rasa di masa depan.
Penulis : adilah az-zahra