Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Sanksi FIFA Hantui PSM Makassar: Unggul Cepat, Akhirnya Ditahan Persijap!

Gambar untuk Sanksi FIFA Hantui PSM Makassar: Unggul Cepat, Akhirnya Ditahan Persijap!

PSM Makassar harus puas berbagi poin dengan Persijap Jepara di laga pembuka BRI Liga Super 2025-2026. Bermain di Stadion Gelora Bumi Kartini, Juku Eja sempat unggul cepat lewat gol striker asing mereka, namun gagal mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir. Hasil imbang ini bukan hanya soal kehilangan dua poin berharga, tetapi juga menguak persoalan serius yang membayangi klub: sanksi FIFA yang membuat skuad mereka tak bisa tampil dengan kekuatan penuh.

baca juga:PSIM Kejutkan Persebaya di Laga Pembuka BRI Super League 2025/2026

Awal Pertandingan yang Menjanjikan
Sejak menit pertama, PSM tampil agresif. Kombinasi pressing tinggi dan umpan-umpan cepat membuat lini belakang Persijap kerepotan. Gol pembuka datang di menit ke-7 melalui aksi striker anyar yang memanfaatkan umpan terukur dari Wiljan Pluim. Dukungan suporter tamu yang hadir di Jepara menambah semangat para pemain untuk terus menekan.

Sayangnya, setelah gol tersebut, tempo permainan PSM menurun. Persijap mulai berani keluar menyerang, memanfaatkan celah di sisi sayap, dan beberapa kali menguji kiper PSM lewat tendangan jarak jauh. Meski unggul secara kualitas individu, PSM terlihat kesulitan mempertahankan dominasi permainan.

Sanksi FIFA dan Dampaknya ke Lini Skuad
Salah satu faktor terbesar yang memengaruhi performa PSM di laga ini adalah sanksi FIFA yang tengah membatasi aktivitas transfer klub. Beberapa pemain baru belum bisa didaftarkan secara resmi, memaksa pelatih Bernardo Tavares mengandalkan komposisi lama yang minim pelapis berkualitas.

Akibatnya, PSM tidak memiliki cukup opsi untuk melakukan rotasi atau perubahan taktik ketika Persijap mulai menekan di babak kedua. Lini tengah yang mulai kelelahan kehilangan kendali, sementara serangan balik cepat lawan semakin membahayakan.

Gol Penyama dari Persijap
Tekanan Persijap akhirnya membuahkan hasil di menit ke-72. Memanfaatkan kelengahan bek PSM saat mengantisipasi bola crossing, striker tuan rumah berhasil menyundul bola masuk ke gawang tanpa bisa dijangkau kiper. Gol ini menghidupkan dukungan suporter tuan rumah dan membuat PSM berada dalam situasi tertekan di sisa waktu pertandingan.

Meski Tavares mencoba mengubah formasi menjadi lebih menyerang, kurangnya pemain kreatif di bangku cadangan membuat PSM sulit menciptakan peluang berbahaya. Beberapa usaha lewat bola mati juga tidak membuahkan hasil.

Pelajaran Pahit di Laga Pembuka
Hasil imbang ini menjadi sinyal bahwa PSM harus segera menyelesaikan masalah administratif dan sanksi FIFA jika ingin bersaing di papan atas. Kehilangan poin di laga awal bisa menjadi bumerang di akhir musim, terutama ketika lawan-lawan kuat mulai menunggu di pekan-pekan berikutnya.

Bagi Persijap, hasil ini menjadi modal berharga untuk menghadapi musim debut di Liga Super. Mereka membuktikan mampu bangkit dari ketertinggalan dan menahan salah satu tim besar Indonesia.

baca juga:Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia Raih Prestasi di Ajang Lomba Nasional Rimau Robotic Contest dan Exhibition 2025

Sementara itu, bagi Tavares dan timnya, laga ini adalah peringatan bahwa keunggulan cepat tidak menjamin kemenangan jika masalah di luar lapangan masih membayangi. Tanpa penyelesaian cepat terhadap sanksi FIFA, PSM mungkin akan kembali menghadapi kesulitan serupa di laga-laga mendatang.

penulis:mudho firudin