Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Sariawan Gak Kunjung Sembuh? Ini 5 Cara Efektif Cegahnya

Kategori: Health
Gambar untuk Sariawan Gak Kunjung Sembuh? Ini 5 Cara Efektif Cegahnya

Sariawan, si kecil menyebalkan yang seringkali bikin makan jadi nggak nikmat, ngomong jadi susah, bahkan senyum pun jadi terasa perih. Pasti banyak dari kita yang pernah merasakan betapa ganggunya sariawan ini. Tapi, tahukah kamu kalau sebenarnya ada beberapa cara sederhana yang bisa kita lakukan untuk mencegah si sariawan ini datang menghantui?

Sariawan sendiri bukan penyakit menular dan biasanya disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari luka kecil di mulut, kekurangan vitamin, stres, sampai sistem kekebalan tubuh yang sedang menurun. Nah, daripada terus-terusan mengeluh karena sariawan, yuk simak tips-tips ampuh berikut ini untuk mencegahnya!

Kenapa Sariawan Sering Muncul Berulang?

Salah satu penyebab utama sariawan adalah kebersihan mulut yang kurang terjaga. Sisa-sisa makanan yang menempel di gigi dan gusi bisa menjadi sarang bakteri, yang kemudian memicu peradangan dan akhirnya muncul sariawan. Jadi, pastikan kamu menyikat gigi secara teratur, minimal dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur.

Selain menyikat gigi, jangan lupa juga untuk membersihkan lidah. Lidah juga bisa menjadi tempat berkumpulnya bakteri dan sisa makanan. Gunakan sikat lidah atau alat pembersih lidah yang banyak dijual di apotek atau toko perlengkapan kesehatan.

Obat kumur antiseptik juga bisa menjadi senjata ampuh untuk melawan bakteri di mulut. Pilihlah obat kumur yang mengandung bahan aktif seperti chlorhexidine atau povidone-iodine, yang efektif membunuh bakteri penyebab sariawan.

Perhatikan juga pasta gigi yang kamu gunakan. Beberapa orang mungkin sensitif terhadap kandungan sodium lauryl sulfate (SLS) yang terdapat dalam beberapa merek pasta gigi. Jika kamu merasa sering sariawan setelah menggunakan pasta gigi tertentu, coba ganti dengan pasta gigi yang tidak mengandung SLS.

Selain kebersihan mulut, perhatikan juga asupan nutrisimu. Kekurangan vitamin dan mineral tertentu, seperti vitamin B12, zat besi, dan asam folat, bisa meningkatkan risiko terkena sariawan. Pastikan kamu mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang, kaya akan vitamin dan mineral.

Makanan Apa Saja yang Harus Dihindari Saat Sariawan?

Makanan yang terlalu pedas, asam, atau keras bisa memperparah sariawan. Hindari makanan seperti keripik kentang, permen, buah-buahan sitrus, dan makanan pedas saat sariawan sedang meradang. Pilihlah makanan yang lembut dan mudah ditelan, seperti bubur, sup, atau yoghurt.

Selain makanan, minuman yang terlalu panas atau terlalu dingin juga bisa memicu sariawan. Hindari minuman seperti kopi panas, teh panas, atau es teh yang terlalu dingin. Pilihlah minuman yang suhunya sedang.

Stres juga bisa menjadi pemicu sariawan. Saat stres, sistem kekebalan tubuh kita cenderung menurun, sehingga lebih rentan terhadap infeksi dan peradangan, termasuk sariawan. Cobalah untuk mengelola stres dengan baik, misalnya dengan berolahraga, bermeditasi, atau melakukan hobi yang kamu sukai.

Selain stres, kurang tidur juga bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh. Usahakan untuk tidur yang cukup, minimal 7-8 jam setiap malam. Tidur yang cukup akan membantu tubuhmu untuk memperbaiki diri dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Kapan Harus ke Dokter Jika Sariawan Tak Kunjung Sembuh?

Biasanya, sariawan akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1-2 minggu. Namun, jika sariawan tidak kunjung sembuh setelah 2 minggu, atau justru semakin parah, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Dokter akan memeriksa kondisi mulutmu dan memberikan penanganan yang tepat.

Beberapa kondisi sariawan mungkin memerlukan penanganan medis yang lebih serius, seperti sariawan yang disebabkan oleh infeksi jamur atau virus. Jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter jika kamu merasa khawatir.

Dengan menjaga kebersihan mulut, memperhatikan asupan nutrisi, mengelola stres, dan tidur yang cukup, kita bisa mencegah sariawan datang menghantui. Jadi, jangan biarkan sariawan merusak harimu, ya!